Menikmati Pastry & Bakery Berkelas di The Harvest Express, Pilihan Menunya Unik
JAKARTA, iNews.id - Perut terasa lapar di tengah aktivitas padat. Pastry dan bakery dapat menjadi pilihan tepat. Apalagi ditambah dengan secangkir kopi hangat atau dingin, tentunya akan membuat Anda kembali bersemangat.
Di tengah perkantoran atau apartemen, memang banyak berdiri coffee shop yang menyediakan berbagai macam jenis camilan. Tetapi, jika ingin mendapatkan pengalaman berbeda, cobalah berkunjung ke The Harvest Express. Toko roti yang terkenal dengan kualitas premium ini menyajikan pilihan bakery dan pastry yang lezat. Bahkan, bagi pencinta kopi, di sini tersaji pilihan kopi dengan rasa autentik.

CEO The Harvest Group, Edison Manalu mengatakan, The Harvest Express kini dihadirkan untuk menciptakan momen spesial dalam keseharian, seperti sarapan atau coffee break di tengah aktivitas yang padat.
"The Harvest Express lebih banyak untuk konsumsi harian. Orang datang dan pesan. Tidak seperti kafe yang harus berlama-lama. Kalo store The Harvest lain banyak menyediakan cake. Tapi kalau makan cake terus bisa bosan. Tapi sekarang, masyarakat kan lebih suka ngopi, ngeteh sambil makan roti. Kebiasaan ngemil ini yang bisa didapat di sini," kata Edison saat acara peresmian store The Harvest Express L'Avenue Office & Residence, North Tower, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Menurutnya, the Harvest Express mengusung konsep grab-to-go, mengutamakan kemudahan bagi konsumennya. Di sini menu kreasi The Harvest hadir dalam varian yang lebih beragam.
"Pilihan produk pastry, bakery, dan coffee disajikan dalam bentuk dan kemasan yang lebih praktis setiap harinya, tentu saja tanpa mengurangi kualitas premium yang sudah menjadi salah satu karakteristik utama The Harvest," katanya.

Setiap kreasi di The Harvest Express dibuat dengan teliti menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi oleh para pastry chef ahli. Tepat pada 21 Agustus 2019, The Harvest Express meresmikan store ketiganya di L'Avenue Office & Residence, North Tower, Jakarta Selatan.
Edison mengatakan, varian menu yang disajikan di The Harvest Express L'Avenue Office & Residence akan membuat pengunjung ketagihan. Sebab, pilihan menu roti dan kopinya sangat uniknya.
"Yang tidak ditemukan di The Harvest Express lainnya adalah roti panda cokelat. Kami sengaja buat karena di sini dekat dengan sekolah. Kami tak hanya menyajikan menu lezat tetapi juga ingin menciptakan ikatan dengan customer. Gak menutup kemungkinan, jika anak sekolah yang mendominasi kita bisa cooking class. Ini bisa kita mainkan," katanya.
Edison menambahkan, saat ini terdapat 23 jenis roti dan 22 jenis cake yang tersaji. Untuk minuman, ada hampir 16 jenis. Meski demikian, menu-menu tersebut tidak tetap karena akan ada inovasi menu setiap bulannya.
"Salah satunya saat ini kita ada kopi dengan harga Rp10 ribu dan coconut coffee-nya wajib dicoba. Ada aroma santan dengan kopi yang khas. Bisa jadi, ke depannya kita akan menambah minuman dengan toping bubble dan lainnya. Intinya kita terus berinovasi," katanya.
Untuk menu signature, The Harvest Express juga menyediakan roti kekinian Long Jhon. Roti keju dengan isian dalam cream cheese. Rasanya gurih, asin, dan manis. Menurut Edison, cara terbaik menikmati roti long Jhon adalah sambil menyeruput black coffee.

Menu lain yang akan membuat pengunjung penasaran adalah sandwich rendang. Dagingnya berlimpah dengan suiran daging rendang yang lezat. "Sandwich biasanya memiliki isian keju dan ham biasa. Karena Harvest merupakan brand Indonesia. Kami juga sajikan menu Nusantara rendang. Nanti juga akan ada pastry isi ayam lemper," katanya.
Untuk harga, The Harvest Express sangat ramah di kantong. Sebab, untuk rata-rata harga roti berkisar Rp12 ribu. Untuk kopi berkisar Rp10 ribu hingga Rp18 ribu.
Hingga akhir 2019, The Harvest Express akan memiliki 13 store yang tersebar di gedung perkantoran, universitas dan transport hub, seperti stasiun kereta api.
Evaliny selaku CFO The Harvest Group mengatakan, salah satu latar belakang dikembangkannya konsep The Harvest Express adalah ingin membuka lapangan kerja baru lebih cepat.
“Satu store The Harvest Express itu membutuhkan sekitar empat hingga lima pegawai. Kalau kita bisa buka cepat, misalkan 50 store, berarti kita sudah bisa menyerap 250 tenaga kerja. Tinggal tugas kita menentukan strategi pemasaran, salah satunya harga yang terjangkau, sehingga produk kita bisa dinikmati semua kalangan. Contohnya, kopi di The Harvest Express itu harganya hanya Rp12 ribu per gelas dengan kualitas premium. Jadi meski margin tipis, buat kami tidak masalah, asalkan permintaannya banyak,” tutur Evaliny.
Editor: Vien Dimyati