Mengenal Telur Gabus Legendaris Berawal dari Ekspresi Cinta sang Oma
JAKARTA, iNews.id - Bagi penggemar jajanan tradisional tentu sudah tidak asing lagi dengan camilan jadul yang satu ini. Ya nama telur gabus sangat populer di kalangan masyarakat.
Penganan ini merupakan jajanan tradisional yang legendaris, termasuk golongan makanan ringan. Biasa dijual dalam bentuk kiloan. Harganya pun cukup terjangkau.
Ingin tahu seperti apa sejarah telur gabus yang sudah melegendaris ini? Berikut ulasannya dirangkum pada Senin (23/8/2021).
Telur gabus bisa menjadi pilihan keluarga di rumah. Sering disajikan ketika mengadakan suatu acara atau saat bersantai. Selain enak, proses dan cara membuatnya juga mudah dan sederhana.
Nama lain dari camilan ini adalah telur belanak, yang juga merupakan nama lain dari ikan gabus. Jangan kira penganan ini dibuat dari telur ikan belanak atau ikan gabus, ya.
Terbuat dari Bahan Sederhana
Kue telur gabus dibuat dengan bahan dasar tepung kanji, telur, air, gula, dan dibentuk memanjang menyerupai telur ikan gabus. Di beberapa daerah lain, telur gabus sering disebut bedaran atau bidaran.
Makanan ini berukuran kecil, tetapi bagian tengahnya agak kembung, dan runcing di kedua ujungnya. Makanan ini juga kerap dijadikan oleh-oleh khas Jakarta, dan masih banyak peminatnya hingga sekarang.
Camilan Kekinian
Dulu, telur gabus hanya memiliki rasa original dan manis saja. Sekarang, camilan ini bisa dicicipi dengan cita rasa yang lebih kekinian. Telur gabus sudah memiliki berbagai varian rasa yang menggoda.
Salah satunya, Telur Gabus Kata Oma, pemenang The Best UMKM Expo yang digelar BRI pada 2020 lalu.
Telur Gabus Kata Oma mudah ditemukan di toko-toko offline dan online. Kesuksesan Telur Gabus ini merebut lidah konsumen tidak terlepas dari kepiawaian sang founder, Furiyanti, dalam meracik resep warisan keluarganya.
“Cikal bakal Telur Gabus Kata Oma berawal dari resep warisan keluarga yang dibuat oleh ibu saya. Semua berawal dari kepedulian seorang Oma yang ingin menyediakan camilan yang dibuat sendiri dari bahan-bahan alami untuk anak cucunya, sehingga enak, aman, dan higienis,” ujar Furiyanti belum lama ini.
Kepedulian yang sama juga ingin dibagikan Furiyanti, namun tidak hanya sebatas kepada keluarganya. Dia ingin menyajikan camilan terbaik bagi masyarakat.
“Akhirnya, kami kembangkan dari sisi produksi serta kemasan agar kualitas produk semakin baik, aman untuk dikonsumsi oleh seluruh masyarakat. Namun, tetap tidak meninggalkan ciri khasnya, yaitu alami dan autentik warisan Oma,” tuturnya.
Resep Warisan Oma
Dalam memperkenalkan camilannya, ada tiga yang menjadi keunggulannya. Pertama, autentik, asli warisan oma. Artinya, semua terbuat dari bahan-bahan alami asli serta bercita rasa Indonesia.
Keunggulan kedua adalah heartwarming. Dengan camilan rasa rumahan yang autentik dan dibuat untuk menghadirkan dan menemani kehangatan keluarga sehingga dapat menjaga keakraban satu sama lain.
Ketiga, premium. Komitmen pada kualitas premium dimulai dari bahan dasar, proses produksi, hingga produk dan layanan konsumen dengan menjaga standar yang tinggi. Tidak hanya terjaga kualitasnya, namun seluruh pengalaman konsumen (consumer experience) memiliki kualitas yang terbaik.
Untuk rasa juga berkembang yaitu memiliki rasa yang kekinian. Selain varian Gula Aren dan Keju klasik yang digemari sepanjang masa, juga tersedia dalam varian Balado Padang dan Telur Asin yang diganderungi milenial.
Editor: Vien Dimyati