Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar Lengkap Penerima Cahaya Hati Awards 2026, Bertabur Tokoh Inspiratif!
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Inspiratif Bude Puji Penjual Nasi di Pelabuhan Bakauheni yang Suka Berbagi, Menyentuh Hati

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:52:00 WIB
Kisah Inspiratif Bude Puji Penjual Nasi di Pelabuhan Bakauheni yang Suka Berbagi, Menyentuh Hati
Penjual nasi di Pelabuhan Bakauheni yang inspiratif, Bude Puji. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

Bukan tanpa sebab, prinsip yang kini ia pegang teguh itu berangkat dari kondisi titik terendah dalam hidupnya pada tahun 2020. Sebelum memutuskan pindah berjualan ke Bakauheni, ia adalah seorang pengusaha di Lampung Timur yang terjerumus dalam investasi bodong hingga harus menanggung kerugian dalam jumlah fantastis.

"Hijrah saya itu gara-gara ada masalah, saya ketipu. Jadi ketipu di trading itu hampir satu miliar. Terus saya ketemulah buku merah itu di kesalahan-kesalahan fatal pengusaha mengembangkan bisnis dengan hutang. Dari situ saya terus belajar di komunitas itu, Alhamdulillah terus saya dari Lampung Timur sudah hijrah," ucap dia.

Kejadian itu menjadi tamparan keras bagi dirinya hingga akhirnya mengerti arti spiritualitas dalam membuka usaha. Kini, setiap hari Jumat, ia berbagi makanan gratis kepada setiap orang yang membutuhkan. Semangat berbagi ini bahkan meluber ke hari-hari biasa.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah tega menolak siapa pun yang datang ke warungnya untuk meminta makan, meskipun orang tersebut tidak memiliki uang yang cukup.

"Ada orang ke sini minta nasi, ya, saya nyuruh karyawan untuk bungkusin, kasih ayam, kasih telur gitu. Terserah ya, itu dia mau pura-pura apa gimana, terserah, saya mah niatnya karena Allah. Pernah ada orang punya uang Rp10.000 beli nasi, ya saya kasih," ungkap Bude Puji.

Tidak hanya dikenal karena kebaikannya, Budi Puji juga dikenal karena harga makanan yang cenderung ramah di kantong meski ia berjualan di area pelabuhan. Di tengah banyaknya penjual lain yang menaikan harga, ia menolak mengambil keuntungan berlebih meskipun di tengah musim mudik Lebaran.

Bagi dirinya, harga normal adalah cara terbaik untuk menjaga kepercayaan dan keberkahan usaha warung nasinya.

"Kalau saya tetap sama aja (harganya). Bukannya, 'kesempatan orang mudik', enggak, tetap seperti normal hari biasa. Nasi ayam untuk orang sini Rp20.000 sudah lengkap. Tapi kalau sama penumpang itu Rp25.000. Kalau nasi telur sama sayur-sayur Rp15.000. Paling mahal bebek Rp35.000," tutur dia.

Meskipun pendapatannya terlihat lebih kecil dibandingkan masa jayanya dulu, justru ia merasa hidupnya jauh lebih tenang dan berkecukupan saat ini. Bahkan, dari hasil berjualan nasi saja ia mampu membayar karyawan, membiayai sekolah anak-anaknya di pondok pesantren, hingga menebus sawah yang sempat digadaikan karena terjebak penipuan trading.

"Walaupun saya pendapatannya segitu, kalau dibilang enggak pernah sehari dapat misalnya sepuluh juta, enggak pernah. Tapi kenapa kok bisa gitu kan? (Tercukupi) Alhamdulillah sawah yang saya gadaikan sudah saya tebus. Tadinya motor cuma satu ya sekarang udah ada tiga. Alhamdulillah," pungkas Bude Puji.

Hingga saat ini ia masih setia berjualan di Pelabuhan Bakauheni dan semakin dikenal oleh para kru kapal, pedagang asongan bahkan orang-orang yang ia tolong dahulu saat terlantar di Pelabuhan Bakauheni.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut