Wisata Plataran Kampung Korea di Bandung, Asyik serasa Ada di Seoul
Plataran Kampung Korea yang sebelumnya bernama Kampung Korea ini sebenarnya telah hadir sejak Agustus 2019 silam. Namun, terpaksa tutup total akibat pandemi Covid-19. Setelah hampir 1,5 tahun berlalu, PT Lasuarindo sebagai pihak pengelola menghidupkan kembali Kampung Korea dengan mengubah nama menjadi Plataran Kampung Korea.
"Pembangunan dimulai pada 2017 atas inisiatif Ridwan Kamil selaku Wali Kota Bandung saat itu. Keberadaan kampung Korea ini ditujukan untuk meningkatkan pariwisata Kota Bandung," kata pihak pengelola, Fikri Fernanda di sela Soft Opening Plataran Kampung Korea, Kamis (18/11/2021).
Plataran Kampung Korea juga menjadi pusat ekosistem UMKM di Bandung. Selama vakum akibat pandemi, pihak pengelola melakukan perubahan, salah satunya memperbanyak tenant UMKM, mulai tenant kuliner ala Negeri Gingseng hingga fesyen. Tenant-tenant itu pun dibangun mirip dengan tenant-tenant yang kerap ditemui di Kota Seoul.
"Konsepnya sebenarnya sih kita tuh Plataran Kampung Korea, bergerak di bidang pariwisata kemudian kita ada food and beverage juga dan sebenarnya goals kita adalah menyatukan banyak budaya di sini, makanya namanya kita tuh pelataran Korea culture space," kata dia.
Lebih jauh, pihaknya juga ingin memajukan UMKM di Bandung. Bukan hanya numpang eksis, namun pihaknya ingin membantu membangun UMKM agar lebih maju. Hingga kini, sudah ada 40 UMKM baik kuliner maupun fashion yang telah bergabung di Plataran Kampung Korea.