Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Angela Tanoesoedibjo: Okezone National Championship Panggung Talenta Muda Futsal Indonesia!
Advertisement . Scroll to see content

Wamenparekraf Ungkap Tantangan Pariwisata Indonesia Usai Pandemi Covid-19

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:10:00 WIB
Wamenparekraf Ungkap Tantangan Pariwisata Indonesia Usai Pandemi Covid-19
Wamenparekraf ungkap tantangan pariwisata usai pandemi (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Angela menuturkan, Pariwisata Indonesia beruntung mempunyai pangsa pasar domestik yang besar. Namun, satu hal yang harus diperhatikan yaitu pasar domestik ini masih belum maksimal pengelolaannya.

"Pada 2019, dengan 16,11 juta wisatawan mancanegara telah menyumbang Rp280 triliun, versus 282,93 perjalanan wisatawan nusantara yang menyumbang pengeluaran Rp307.35 triliun. Jadi wisnus secara kuantitas memang jauh lebih besar dibandingkan dengan wisman namun, secara rupiah, tidak berbeda jauh," katanya.

Menurutnya, dalam strategi jangka pendek, pemulihan pariwisata pasca Covid-19, meningkatkan spending dari wisatawan domestik ini menjadi sangat penting, dan harus direncanakan dengan matang.

Angela menjelaskan, terutama memasukkan potensi dari wisatawan outbound yang bisa didorong untuk spending di Indonesia. Di mana tercatat, wisatawan dari Indonesia ke luar negeri tahun 2018 sebesar, 9,5 juta dengan pengeluaran 1.090 dolar AS/ departure/ pax (atau total sebesar 10,355 miliar dolar AS, kurang lebih Rp150 triliun). Ini merupakan market yang bisa dicapture juga dalam strategi pengembangan wisatawan nusantara ke depannya.

Dia melanjutkan, komitmen pemerintah dalam pembangunan pariwisata sangatlah besar. Pada 14 Agustus 2020, dalam penyampaian RUU APBN 2021 dan nota keuangan, Presiden Joko Widodo menyampaikan, untuk menggenjot pemulihan sektor pariwisata, pemerintah menganggarkan pembangunan pariwisata pada 2021 mencapai Rp14,4 triliun yang difokuskan pada 5 destinasi wisata dari 10 bali baru yang dicanangkan pemerintah.

"Maka dari itu, sekali lagi, sangatlah penting bagi Kemenparekraf/Baparekraf untuk menyiapkan dasar kebijakan dan upaya-upaya strategis dalam meningkatkan ketahanan dan kemampuan sektor pariwisata serta mendorong akselerasi pengembangan sektor pariwisata nasional dan daerah pasca Covid-19," kata dia.

Selain itu, lanjut Angela, ini semua dilakukan dengan harapan dapat memberikan semangat baru bagi seluruh stakeholders pariwisata, meningkatkan jumlah wisatawan yang berkualitas, meningkatkan devisa negara dengan signifikan, menciptakan lapangan pekerjaan baru, menciptakan value chain baru, serta menciptakan pariwisata Indonesia yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut