Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pendapatan MSIN Tumbuh 18 Persen di 2025, Laba Bersih Melonjak 140 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Tampil Anggun Pakai Busana Rote Ndao saat Upacara HUT ke-77 RI 

Rabu, 17 Agustus 2022 - 12:21:00 WIB
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Tampil Anggun Pakai Busana Rote Ndao saat Upacara HUT ke-77 RI 
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo tampil anggun saat ikuti upacara HUT Ke-77 RI (Foto: Novie/MPI)
Advertisement . Scroll to see content

Perlu diketahui, kain tenun ikat Rote Ndao telah ada sejak ratusan tahun silam. Sebelum mereka mengenal kapas sebagai bahan untuk membuat pakaian, suku tersebut membuat kain tenun dari bahan serat gewang.

Tenunan yang dihasilkan berupa sarung yang disebut Lambi Tei dan selimut yang disebut Lafe Tei. Kain cantik ini dikenakan sebagai pakaian harian maupun pakaian pesta.

Kemudian, untuk menghasilkan warna-warna cantik pada kain tenun ini, orang Rote biasanya menggunakan pewarna alami. Misalnya, mengkudu, tarum, kunyit, dan lain sebagainya. Akan tetapi sebagian perajin kain tersebut saat ini memilih pewarna dari zat kimia.

Umumnya corak kain tenun Rote hanya terdapat warna hitam, merah, putih dan kuning. Namun seiring perkembangan zaman, banyak kain Rote yang mengalami modifikasi, sehingga memiliki corak dan warna yang lebih beragam.

Tak hanya dijadikan pakaian sehari-hari, kain Tenun Rote Ndao ini juga memiliki arti dan peranan yang sangat penting dalam banyak aspek kehidupan masyarakat tradisional Rote Ndao.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut