Travelling di Labuan Bajo, Wisatawan Bisa Mengenal Kebudayaan di Ruang Publik
"Peta ini basisnya jalur jelajah dengan penceritaan. Jadi kami bukan hanya bikin maps biasa. Kami menjelaskan di titik ini ada apa, kami narasikan. Jadi orang terbayang ketika ingin pergi ke titik A, dia tahu di situ ada ceritanya apa," kata Dicky Senda, pembimbing sub sektor penerbitan.
Nantinya, hasil produk kreatif sub sektor penerbitan ini akan disebarluaskan di ruang publik Labuan Bajo untuk wisatawan.
"Buku dan peta ini kami bayangkan kalau dicetak akan ditaruh di bandara, di publik-publik space, sehingga turis-turis yang datang, mereka bisa memakai buku dan peta itu sebagai panduan bagi mereka untuk menjelajahi Labuan Bajo," ujar Dicky.
Tak hanya dicetak, buku hingga peta ini nantinya juga akan disebarluaskan melalui digital agar bisa diakses semua orang dan tanpa biaya. Tentunya, agar identitas Labuan Bajo semakin dikenal oleh khalayak.
Program Aksilirasi ini dibawahi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), untuk memperkuat pariwisata dan ekonomi dengan menonjolkan identitas daerah destinasi super prioritas di Indonesia, salah satunya Labuan Bajo.
Sekitar 195 orang dilibatkan dalam program ini. Terbagi menjadi empat subsektor, yakni seni musik, seni pertunjukan, seni rupa, dan penerbitan. Produk kreatif ini akan terus disempurnakan hingga lima tahun ke depan.
Editor: Vien Dimyati