Terungkap Asal Usul Nama Terowongan Niyama Tulungagung, Ada Kisah Mistis Tragedi Pekerja Romusa
“Kalau malam mereka tidur di situ dengan tempat tidak layak dan melawan gigitan nyamuk malaria yang menyebabkan banyak pekerja meninggal dunia. Bisa dibayangkan bekerja dengan kekurangan makanan kemudian malamnya digigit nyamuk malaria yang begitu mematikan ada yang sakit melarikan diri, tapi akhirnya meninggal di hutan,” katanya.
Tak ayal sejumlah pekerja yang meninggal langsung dimakamkan oleh tentara Jepang di sekitar area Terowongan Niyama. Hal ini membuat residu energi kisah kelam di Terowongan Niyama masih terasa hingga kini.
“Kalau yang meninggal di hutan ketahuan warga biasanya dimakamkan, tapi kalau nggak ya membusuk jenazahnya, kalau nggak gitu dimakan binatang buas. Tidak ada upaya mengobati atau mentoleransi saat sakit, jadi sakit ya tetap harus bekerja terus,” katanya bercerita.
Akhirnya parit dan terowongan yang dibangun oleh para pekerja ini selesai dikerjakan dan dibuka Juli 1944. Imbas dari beroperasinya saluran parit dan terowongan ini, rawa-rawa di sekitar Campurdarat sudah mengering, lebih dari 16.000 are tanah kemudian digunakan masyarakat menjadi sawah yang subur.
Kini meski kawasan sekitar terowongan telah difungsikan sebagai sarana pengairan dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Niyama, terowongan ini menjadi saksi bisu bagaimana sejarah penjajahan Jepang di Indonesia. Beberapa pekerja dan warga sekitar mengakui kisah mistisnya area di sekitar terowongan.
Warga menuturkan pernah mendengar suara derap langkah kaki layaknya tentara baris. Bahkan suara-suara rintihan yang diduga menjadi residu energi para pekerja di masa lampau juga masih terasa. Terlihat dari metafisika di area Terowongan Niyama beberapa makhluk tak kasat mata memang masih mendiami lokasi. Makhluk tinggi besar hingga tiga meter dengan kulit hitam berbulu juga tampak. Tak ketinggalan residu energi para tentara Jepang yang menggunakan seragam tentara lengkap berjalan juga masih dapat dilihat dengan mata batin.
Belum lagi suasana rindangnya pepohonan menjadikan area di sekitar bendungan juga kian menambah kesan mistis. Konon beberapa orang yang berniat buruk di tempat ini juga bakal diganggu oleh para makhluk tak kasat mata ini.
Editor: Elvira Anna