Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Archaeological Prospection Cabut Status Gunung Padang sebagai Piramida Tertua di Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Tertua di Dunia, Situs Gunung Padang Jadi Wahana Sejarah Spiritual

Kamis, 23 April 2026 - 11:06:00 WIB
Tertua di Dunia, Situs Gunung Padang Jadi Wahana Sejarah Spiritual
Setiap teras di Situs Gunung Padang memiliki fungsi dan makna tersendiri, yang diyakini berkaitan dengan aktivitas spiritual masyarakat prasejarah. (Foto: Dok/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Destinasi wisata sejarah Situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, merupakan peninggalan megalitikum terbesar di Asia Tenggara yang berbentuk punden berundak. Terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, situs purbakala ini menyimpan daya tarik luar biasa karena keunikannya yang kerap dikaitkan sebagai salah satu struktur tertua di dunia.

Kompleks Gunung Padang terdiri atas susunan batu andesit yang membentuk lima teras bertingkat. Setiap teras memiliki fungsi dan makna tersendiri, yang diyakini berkaitan dengan aktivitas spiritual masyarakat prasejarah. Untuk mencapai puncaknya, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga batu yang dikelilingi panorama alam pegunungan yang masih asri.

Keistimewaan Situs Gunung Padang tak hanya terletak pada ukurannya, tetapi juga pada misteri yang menyelimutinya. Sejumlah penelitian menyebutkan struktur ini bisa saja jauh lebih tua dari piramida di Giza Pyramid Complex. Meski masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan, ini semakin menambah daya tarik Gunung Padang sebagai situs yang menyimpan banyak teka-teki sejarah.

Tak hanya destinasi wisata, Situs Gunung Padang juga menjadi sarana spiritual. Memperingati Hari Bumi, pengurus Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia, penggiat alam bebas, anggota Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) dan komunitas lingkungan hidup Gereja Katedral Jakarta, berkumpul dalam kegiatan doa lintas spiritual di situs bersejarah.

Dalam keterangannya, Dar Edi Yoga menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan batin untuk mengembalikan kesadaran manusia terhadap bumi dan kehidupan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut