Terowongan Paling Menyeramkan di Bandung, Terasa Hawa Panas Setiap Malam Jumat
Tak main-main, dalam pengerjaannya, Terowongan Sasaksaat dibangun siang dan malam dan dilakukan oleh tenaga kerja mulai dari orang pribumi, China dan Eropa. Orang Pribumi dan China kebanyakan bekerja sebagai kuli. Sementara, orang Eropa sebagai kepala cabang, mandor pekerja, pemborong dan teknisi.
Adapun teknis pembangunan terowongan ini dengan cara melakukan penggalian di bagian sisi arah utara dan selatan, yang kemudian dilakukan secara bersamaan.
Setelah proses yang begitu panjang, akhirnya Terowongan Sasaksaat ini rampung. Awal pengoperasiannya, terowongan yang berada di koridor Purwakarta-Padalarang ini digunakan sebagai sarana penumpang serta pengangkutan komoditas ekspor seperti kopi, teh, beras serta pengangkutan hasil pertanian sehari-hari masyarakat di Wilayah Bandung.
Lalu, saat ini terowongan yang berada di bawah Daerah Operasi II Bandung, dilewati oleh kereta api jarak jauh seperti Argo Parahyangan, Harina, Ciremai, Serayu, kereta api lokal Cibatu-Purwakarta dan kereta angkutan barang.
Akan tetapi meski terowongan ini sudah digunakan sudah melewati puluhan dekade, menurut cerita yang beredar terkadang di dalam terowongan Sasaksaat ini kerap terasa suasana tak biasa, yaitu hawa panas setiap malam Jumat.
Editor: Vien Dimyati