Tantangan Informasi Publik terhadap Pariwisata di Tengah Pandemi
"Kita perlu meyakinkan konsumen, gaining confidence. Mengembalikan kepercayaan pasar atau masyarakat luas, kepercayaan wisatawan, itu paling penting untuk terjadi sekarang ini," kata Ayu.
Hal senada dikatakan Staf Khusus Komunikasi sekaligus Juru Bicara Kemenparekraf/Baparekraf, Prabu Revolusi. Dia mengatakan, saat ini terdapat dua tantangan yang dihadapi media. Yakni era media baru dan new normal.
Desakan teknologi digital memberikan dorongan perubahan pada konsep ruang berita yang lebih tech savvy dan inklusif. Sementara new normal akibat pandemi Covid-19 memaksa terjadinya disrupsi jurnalistik lebih cepat.
"Ruang kolaborasi yang lebih kuat inilah yang nantinya akan kita terus bangun dengan media sehingga perspektif publik terhadap policy (kebijakan) pemerintah jadi semakin terbuka," kata Prabu Revolusi.
Sementara, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan media, khususnya Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) sebagai salah satu unsur dalam pentahelix untuk berkolaborasi dengan pemerintah.
"Kemenparekraf/Baparekraf sudah mengeluarkan panduan kesehatan berbasis CHSE. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan media selama ini dan tentunya berharap dukungan ini dapat terus berlanjut ke depan. Tentunya tanpa mengurangi peran media menjalankan fungsinya sebagai alat kontrol sosial," kata Ni Wayan Giri Adnyani.
Editor: Vien Dimyati