Tak Sekadar Healing, Wisata Pendakian Kian Digandrungi Generasi Muda
Raja Juli mencontohkan adanya wisatawan yang awalnya berlibur ke kawasan wisata pantai, lalu tergiur mengikuti paket pendakian murah ke Gunung Rinjani tanpa persiapan yang memadai.
"Saya dapat cerita, misalkan banyak orang yang jalan-jalan ke Gili Trawangan kemudian diberikan paket murah naik Rinjani, kemudian pergi ke Gunung Rinjani tanpa peralatan yang cukup, tanpa pengetahuan yang cukup, sehingga akhirnya terjadilah apa yang tidak kita inginkan," ujarnya.
Fenomena meningkatnya jumlah pendaki membuat pemerintah mulai mendorong pengelolaan kawasan wisata gunung yang lebih terukur. Salah satunya melalui penyesuaian jumlah pengunjung dengan daya tampung dan daya dukung masing-masing kawasan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas pengalaman wisata sekaligus mencegah kepadatan berlebih di jalur pendakian populer.
Selain soal keselamatan, kesadaran menjaga lingkungan juga menjadi perhatian. Sampah yang ditinggalkan pendaki masih menjadi masalah di sejumlah gunung yang ramai dikunjungi wisatawan.
Karena itu, para pendaki diimbau menerapkan prinsip zero waste dengan membawa kembali sampah yang dihasilkan selama perjalanan serta mematuhi aturan yang berlaku di kawasan konservasi.
Tren wisata pendakian diperkirakan masih akan terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruang. Namun, pengalaman mendaki tidak lagi sekadar soal mencari lokasi healing atau konten media sosial, melainkan juga tentang menghargai alam, menjaga keselamatan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan yang dikunjungi.
Editor: Muhammad Sukardi