Slow Travel ke Bhutan, Layak Jadi Tujuan Liburan Berikutnya!
Sementara itu, di ibu kota Thimphu, dua festival besar yaitu Thimphu Drubchen dan Thimphu Tshechu menjadi puncak perayaan budaya. Tarian topeng sakral, ritual keagamaan, dan ribuan warga dalam balutan busana tradisional menciptakan atmosfer yang begitu magis.
Terlepas itu ada hal yang membuat Bhutan berbeda, yaitu pendekatan pariwisatanya. Negara ini menerapkan konsep 'high-value, low-volume' memastikan setiap wisatawan mendapatkan pengalaman mendalam tanpa merusak alam maupun budaya lokal.
Di sini, perjalanan bukan tentang mengejar destinasi sebanyak mungkin, melainkan menikmati setiap momen, berjalan di antara pegunungan, berbincang dengan warga lokal, atau sekadar duduk diam menikmati udara segar.
Editor: Muhammad Sukardi