Selain Margonda dan Tanah Abang, Ini Sejarah Nama Daerah di Jabodetabek yang Mengejutkan
Tanah Abang, Jakarta Pusat
Tanah Abang merupakan salah satu kecamatan di wilayah kota administrasi Jakarta Pusat. Ada tiga teori tentang terbentuknya nama kawasan ini. Teori yang pertama tentang penyerbuan pasukan Mataram ke kawasan Batavia.
Pada 1628 kawasan tersebut disinggahi oleh pasukan Mataram. Pasukan yang datang melihat tanah yang berwarna merah, dan tentunya berbeda dengan daerah-daerah lain. Karena keunikannya tersebut, pasukan Mataram kemudian menamakan daerah tersebut sebagai ‘Tanah Abang’.
Penamaan Tanah Abang, dipercaya berasal dari bahasa Jawa yakni abang atau merah. Sejak saat itulah kawasan ini disebut dengan nama Tanah Abang. Sedangkan teori lainnya, berasal dari cerita pada 1990-an. Di kala itu ada kawasan yang disebut Nabang. Kata ini biasa diucapkan para sopir angkutan umum untuk mencari atau menarik penumpang.
Pesing, Jakarta Barat
Kawasan Pesing pada zaman kolonial, diketahui sebagai kawasan perdagangan di mana, banyak para pedagang yang berkumpul dari berbagai pelosok dari Batavia. Banyak para pedagang yang membawa buah-buahan, sayur mayur, rempah-rempah, bumbu dapur, dan banyak lagi dengan menggunakan gerobak yang ditarik menggunakan seekor kuda.
Jumlah kuda yang ada untuk menarik gerobak-gerobak tersebut cukup banyak. Saat itu para kuda sering kencing di jalanan yang menyebabkan bau pesing. Siapapun yang melintasi kawasan tersebut dengan secara spontan akan menutup hidung dan sejak saat itu, kawasan ini dijuluki dengan nama ‘Pesing’