Riset Terapan Vokasi Sektor Pariwisata hingga Ekraf Dibutuhkan di Dunia Industri
“Filosofi riset terapan vokasi adalah start from the end yang artinya mulai dari belakang, ada persoalan dan kebutuhan nyata yang kemudian menjadi faktor para dosen untuk meriset. Mindset ini harus dikembangkan sehingga riset bukan hanya eksplorasi intelektual sang peneliti, namun riset yang dirancang dari pergulatan sang peneliti dengan problematika riil yang dihadapi industri, UMKM, dan juga masyarakat,” tutur Dirjen Wikan saat membuka Webinar Sosialisasi dan Peluncuran Program, belum lama ini.
Dirjen Wikan menjelaskan, skema program riset terapan sejalan dengan tujuan pendidikan vokasi, yaitu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan DUDI.
Hal ini perlu ditunjang oleh kolaborasi, sinergi, dan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) agar tercipta ekosistem riset yang kokoh.
Dia berharap, dengan membangun ekosistem pengembangan riset terapan yang kondusif di perguruan tinggi vokasi, para mahasiswa vokasi setelah lulus akan semakin cepat terserap di dunia kerja, bahkan memiliki kemampuan mandiri untuk mendirikan start up.
“Dengan ekosistem yang dibangun ini kita harapkan mereka bisa menjadi entrepreneur atau sociopreneur,” kata Dirjen Wikan.