Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Singgung soal Sampah di Rakornas Kepala Daerah, Minta Budaya Kebersihan Digalakkan
Advertisement . Scroll to see content

Podcast Aksi Nyata Perindo: Pelaku Industri Perhotelan Curhat saat Bertahan di Masa Pandemi

Sabtu, 02 April 2022 - 18:42:00 WIB
Podcast Aksi Nyata Perindo: Pelaku Industri Perhotelan Curhat saat Bertahan di Masa Pandemi
Pelaku pariwisata curhat saat bertahan di masa pandemi (Foto: YouTube)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -  Perhotelan dan Pariwisata adalah salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19. Pandemi mengakibatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia mengalami penurunan.

Menurut data BPS 2020, tingkat hunian kamar hotel di tahun 2020 hanya sebesar 3,9 persen. Sementara, kunjungan wisatawan pariwisata anjlok hingga 75 persen.

Guncangan besar situasi pandemi terhadap industri perhotelan ini, diakui oleh Zita Hanna Mariska, Praktisi Pariwisata dan Perhotelan sekaligus VP Archipelago yang bernaung di bawah Aston Group.

“Dampaknya besar sekali, ini first global major yang enggak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. Virus ini enggak pernah kita perkirakan, selama ini yang kita perkirakan itu lebih ke ekonomi, inflasi, politis semacam itu,” ujar Zita dalam siaran Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia Partai Perindo dengan tema Pandemi Berlalu, Yuk Travelling di Indonesia Saja, Sabtu (2/4/2022).

Sebagai pelaku industri perhotelan, Zita mengatakan, banyak cara agar bisa tetap bertahan di tengah gempuran pandemi. Segala strategi manajemen bisnis dia jalankan. Salah satunya, tetap menawarkan proyek kepada para klien.

“Tetap jualan setiap hari lewat WhatsApp, telfon ke semua klien karena itu tetap harus berjalan. Sedangkan untuk operasional harus ada beberapa yang diubah, menekan budget pengeluaran supaya tetap bisa jalan hotelnya walaupun tidak untung tapi at least tutup modal,” kata dia.

Tidak hanya itu, Zita menambahkan, sebagai Vice President dia mencoba tetap bertahan dengan membuat strategi management. Salah satu contohnya, menerapkan sistem unpaid leave terhadap para staf hingga teknis maintenance.

“Survive-nya gimana, kita atur strategi. Jadi kita enggak mau hentikan, lay-off staf kecuali kontraknya habis. Tapi kita atur sedemikian rupa dengan unpaid leave. Lalu ubah makanan jadi ala carte tidak ada fine dining, sampai mengatur pemakaian AC yang tidak perlu AC central,” kata dia.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut