Pertukaran Budaya sekaligus Menjaga Lingkungan dengan Memilah Sampah
Edukasi diberikan sejak dini kepada siswa-siswi SMAN 18 Jakarta yang merupakan sekolah rekanan Japanese Partners dari Japan Foundation yang bergerak di bidang penyebaran dan
pertukaran budaya Jepang.
Adapun konten pembelajaran yang diberikan meliputi penjelasan tentang SDGs (Sustainable Development Goals) sebagai landasan untuk mendukung penetrasinya
di Indonesia, pemahaman dasar tentang aktivitas 3R (reduce, reuse, recycle), pengenalan sampah yang dapat dijadikan kompos, serta pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya, yakni organic dan anorganic menggunakan materi dan video.
Selain itu, sebagai tambahan dari konten edukasi yang dilakukan terhadap siswa SD di Jakarta dan Karawang sebelumnya, pengajar dari Japanese Partners dan guru SMAN 18 Jakarta mengajarkan tentang istilah Bahasa Jepang yang muncul di dalam materi edukasi pemilahan sampah. Lalu, para siswa juga diajarkan tentang pola kalimat Bahasa Jepang untuk membuat poster dengan tema menjaga lingkungan.
Sementara itu, Presiden Direktur Yuji Ishii menambahkan, sebagai produsen produk kebutuhan sehari-hari, dia juga secara proaktif terlibat dalam upaya penghematan energi, konservasi energi, pengurangan sampah dan berbagai masalah sosial lainnya.
"Hal ini dilandasi oleh adanya rasa tanggung jawab kami untuk secara serius berkontribusi melalui berbagai kegiatan perusahaan yang sejalan dengan corporate slogan kami yaitu Ethical Living for SDGs, demi merealisasikan SDGs yang menjadi tujuan (purpose) dari perusahaan kami," katanya.