Pemerintah Siapkan Bali Jadi Pusat Wellness Dunia, Peluang bagi Pelaku Usaha Kecil
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mendorong Bali menjadi pusat wellness dan beauty dunia dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pengembangan produk berbasis kekayaan alam Indonesia. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas pasar hingga tingkat global.
Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, mengajak para pelaku UMKM memanfaatkan potensi biodiversitas Indonesia untuk menghasilkan produk wellness dan beauty bernilai tambah tinggi. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Bali Wellness and Beauty Expo 2026 yang berlangsung di Bali Beach Convention Center pada 4–6 Juni 2026.
“Potensi kekayaan alam yang dimiliki berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali, sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi produk wellness dan beauty yang berkualitas. Potensi ini dapat menjadi kekuatan Indonesia untuk tampil sebagai pusat wisata gaya hidup dan kesehatan kelas dunia,” ujar Helvi dalam keterangan persnya, Sabtu (6/6/2026).
Dia menjelaskan Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat besar dengan lebih dari 30.000 spesies tanaman yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk perawatan tubuh, kecantikan, terapi herbal, hingga layanan kebugaran.
Menurut Helvi, pelaku UMKM Indonesia memiliki kemampuan mengombinasikan bahan alami Nusantara dengan inovasi serta teknologi modern sehingga mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar internasional.
“Hal ini terlihat dari pertumbuhan merek kecantikan lokal yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu yang tercepat di Asia Tenggara. Ini menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang semakin diakui,” katanya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) UMKM, terdapat lebih dari 57 juta UMKM di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92.689 usaha bergerak di sektor gaya hidup sehat dan kecantikan.
Sementara itu, data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan nilai industri kosmetika nasional mencapai Rp35,6 triliun pada 2025 dan diperkirakan terus meningkat. Adapun lembaga riset asal Amerika Serikat, Inkwood Research, mencatat pasar kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia menghasilkan nilai ekonomi lebih dari Rp161 triliun pada periode yang sama.
Potensi tersebut semakin diperkuat oleh data Global Wellness Institute yang menempatkan Indonesia sebagai pasar wellness economy terbesar ketujuh di kawasan Asia-Pasifik dengan nilai lebih dari Rp1.000 triliun pada 2024.
“Potensi ekonomi yang sangat besar ini merupakan peluang emas bagi pengusaha UMKM untuk memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional,” kata Helvi.
Untuk mendukung pengembangan sektor tersebut, Kementerian UMKM memperkuat pembinaan melalui berbagai program strategis seperti SAPA UMKM dan Holding UMKM. Selain itu, kementerian juga berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak guna memperkuat ekosistem usaha wellness dan beauty nasional.
Dalam rangkaian kegiatan Bali Wellness and Beauty Expo 2026, Helvi juga mendeklarasikan pembentukan Indonesia Wellness and Beauty Entrepreneur Association sebagai wadah kolaborasi para pelaku usaha wellness dan beauty di Indonesia.
“Asosiasi ini menjadi wadah pemersatu yang mendorong inovasi, memastikan penerapan standar, memperkuat kemitraan, dan memperluas jejaring ekosistem usaha,” katanya.
Editor: Dani M Dahwilani