Pelaku Wisata Bali Curhat kepada Sandiaga Uno Minta Destinasi Kembali Diaktifkan
“Rata-rata kunjungan wisatawan ke GWK sebelum pandemi sekitar 2.000 orang per hari pada saat weekday dan 3.000 - 4.000 orang pada saat weekend di luar high season. Sementara, pada saat akhir 2019, GWK sempat mengadakan event kembang api terbesar di Indonesia. Pihaknya menargetkan 10.000 pengunjung, namun ternyata ada 17.000 orang yang datang pada event tersebut,” kata Andre.
Dia menambahkan saat ini GWK sudah dibuka kembali, rata-rata kunjungan wisatawan per hari sekitar 500 - 1.000 orang. Dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru, pihak GWK pun juga melakukan berbagai persiapan dan inovasi, seperti menyediakan hand sanitizer untuk pengunjung yang dibawa oleh dance performance GWK, melakukan check suhu tubuh, tetap menjaga jarak, dan menggunakan masker.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa mengatakan, dialog ini betul-betul memberikan semangat dan energi kepada stakeholder di sektor pariwisata.
Karakter masyarakat Bali yang sangat menginspirasi, karena solidaritas dan kolaborasi yang kuat, serta memiliki kesadaran yang luar biasa secara psikologis ini dapat membangkitkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.
Masyarakat dan pemerintah harus benar-benar bersatu dan berkolaborasi untuk membuat wisatawan merasa aman dan tenang dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Di akhir acara, Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno merespons baik berbagai masukan dan menampung keluhan yang dipaparkan oleh seluruh pemangku kepentingan. Semua kendala dan masukan kata dia, akan segera diusahakan secara cepat untuk dicarikan jalan keluarnya dengan kolaborasi stakeholder terkait.
Editor: Vien Dimyati