Misteri Penjara Bawah Tanah Museum Fatahillah, Seram Masih Terdengar Lonceng Kematian
Misteri Penjara Bawah Tanah
Penjara di museum Fatahillah ini menyimpan banyak sekali misteri mistis yang terkandung di dalamnya. Konon pada masa pemerintahan Belanda, museum ini merupakan tempat pembantaian massal, hukuman mati dan juga hukuman gantung ribuan orang suku Tionghoa dan seorang pemberontak bernama Pieter Erberveld beserta rekan-rekannya.
Tak hanya itu saja penjara tersebut terdapat rantai berupa batu yang berbentuk bulat, besar dan berat. Konon baru ini merupakan borgol untuk para tahan baik pria ataupun wanita dengan tujuan membatasi pegerakan para tahanan. Ketika air laut pasang maka air akan memasuki penjara bawah tanah tersebut dan menenggelamkan para tahanan.
Kabarnya pejuang Indonesia yaitu Pangeran Diponegoro dan Cut Nyak Dien juga tertangkap dan ditahan pada penjara bawah tanah museum Fatahillah dalam jangka waktu lama. Masih banyak lagi kisah kelam yang keji pada penjara Museum Fatahillah sejak era pemerintahan Belanda.
Aura Mistis Lonceng Kematian
Karena kisah kelam zaman dahulu, sampai sekarang masih banyak pengunjung maupun turis yang merasakan aneh dan suasana tidak nyaman bila mengunjungi tempat ini. Salah satunya masih mencium bau amis darah, mendengar suara tangisan, sosok bayangan hitam, sosok noni-noni Belanda. Selain itu di Museum Sejarah Jakarta ini juga memiliki lonceng yang dinamakan lonceng kematian.
Bunyi lonceng pertama menandakan tahanan dilarikan ke ruangan pengadilan, lonceng kedua berartikan tahanan berada di ruangan pengadilan, lonceng ketiga menyimpulkan tahanan dieksekusi mati dan disaksikan pejabat pengadilan. Jika beruntung mengunjungi tempat ini malam hari, Anda akan mendengar lonceng kematian ini berbunyi sampai tiga kali tanpa diketahui siapa yang membunyikannya.
Editor: Vien Dimyati