Misteri Koleksi Museum Wayang yang Terkenal Angker, Boneka Sigale-gale Selalu Bikin Merinding
Gereja tersebut kemudian mengalami perombakan pada 1732 dan namanya diubah menjadi Gereja Baru Belanda atau De Nieuwe Hollandse Kerk. Sayangnya, akibat gempa bumi yang terjadi pada 1808, bangunan gereja itu pun roboh.

Selanjutnya, Ikatan Kesenian dan Ilmu Batavia atau Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen pun memutuskan untuk membeli bangunan bekas gereja itu yang diserahkan kepada Yayasan Oud Batavia yang mengubahnya menjadi Oud Bataviaasche Museum pada 1939. Seperti yang banyak dikisahkan di Museum Wayang.
Setelah mengalami beberapa kali perpindahan kepemilikan, bangunan ini akhirnya dikelola Pemerintah DKI Jakarta yang lantas memutuskan untuk menjadikannya Museum Wayang di tahun 1968. Peresmiannya dilakukan oleh Gubernur Ali Sadikin pada 13 Agustus 1975 dan sempat diperluas pada tahun 2000-an. Saat ini, bangunan Museum Wayang terdiri dari 2 lantai.
2. Lokasi dan Daya Tarik Museum Wayang
Seperti namanya, Museum Wayang Kota Tua berada di area Wisata Kota Tua Jakarta yang lokasinya berdekatan dengan ikon bangunan Kota Tua itu sendiri atau yang biasa disebut Jakarta History Museum, tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara 27, Jakarta Barat.
Ketika mengunjungi museum ini, hal yang paling menuai perhatian adalah bentuk bangunan serta koleksinya. Mengapa? Pasalnya, aspek bentuk bangunan tua museum sangat mencerminkan gedung di era Kolonialisasi Belanda yang langsung dapat dilihat dari bagian depannya.