Mengintip Microlibrary Warak Kayu, Daya Tarik Wisata Baru di Semarang
“Ada elemen ‘seating tribune’ yang bisa dipakai untuk duduk, aktivitas workshop, atau berkumpul. Ada ayunan kayu untuk anak-anak, serta di dalam perpustakaan ada jaring atau net yang dapat digunakan untuk membaca,” ujar Florina.
Direktur & Founder SHAU Indonesia, Daliana Suryawinata menjelaskan, Microlibrary Warak Kayu adalah perpustakaan pertama di Semarang yang 100% terbuat dari bahan kayu bersertifikat SVLK dan 98% FSC yang diprefabrikasi oleh PT Kayu Lapis Indonesia. Prinsip desainnya tropis, passive energy dan multi-programmatic. Desain façade Warak Kayu mengikuti bentuk wajik yang terinspirasi dari system konstruksi Zollinger dari Jerman dan juga menyerupai sisik kulit Warak (hewan mitologi khas Semarang).
“Konsep façade berupa ‘screen layering’, di mana ada elemen yang memfilter cahaya matahari langsung agar panasnya tidak masuk, namun interiornya tetap terang walaupun tanpa lampu di siang hari. Penghawaan silang yang penting untuk mendinginkan interior bangunan tanpa AC. Terdapat juga secondary layer untuk menghalangi hujan masuk,” ujar Daliana.
Daliana mengatakan pihaknya juga pernah memenangkan ajang Architizer A+ Award pada 2017. Oleh karena itu, SHAU Indonesia berkesempatan mendapat undangan melalui e-mail untuk mendaftar ke Architizer A+ Awards 2020.
“Kali ini kami memberanikan diri untuk mendaftar dalam kategori Libraries, yang merupakan salah satu kategori utama pada April 2020. Kemudian melalui proses seleksi ketat dari sekian banyak juri Architizer yang kompeten dan ternama, kami terpilih menjadi 1 dari 5 finalis di kategori tersebut,” kata Daliana.