Mengintip Kemegahan Terowongan Niyama Tulungagung yang Kini Terabaikan dan Tak Terawat
“Proyek perbaikan terowongan pun akhirnya dimulai sejak tahun 1979 – 1986, saat itu proyek besar, tapi sayangnya daripada memperbaiki terowongan aslinya, akhirnya membuat terowongan yang debitnya lebih besar,” ujar dia.
Usai pembangunan Terowongan Niyama ‘baru’ ini selesai dibangun, pemerintah orde baru mencoba mengubah nama ‘Niyama’ menjadi Terowongan Sukamakmur. Hal ini terjadi karena pemerintah Orba menganggap nama ‘Niyama’ identik dengan Jepang, dan memicu histori kelam di masa lampau yang kembali.
“Pada tahun 1980-an itu pemerintah kan membangun terowongan lagi tak jauh dari Terowongan Niyama yang asli. Sementara Terowongan Niyama yang asli itu tidak terawat dan tidak digunakan hingga sekarang. Tapi nama daerah itu masih dinamakan Niyama, meski ada upaya menggantinya menjadi Sukamakmur,” kata pria kelahiran Tulungagung ini.
Sayang pembangunan terowongan yang dinamakan Terowongan Tulungagung Selatan ini menjadi akhir dari riwayat pemanfaatan Terowongan Niyama yang dibuat Jepang. Lambat laun pun terowongan ‘asli’ ini pun kian tertutup pendangkalan dan akhirnya ditutup.
“Terowongan Niyama-nya yang asli tidak rusak, masih utuh, hanya memang ditutup dan tidak lagi diurus,” kata pengajar Dosen Sejarah UIN R.M. Said Surakarta ini.