Mengenal Tradisi Perayaan Natal di Berbagai Daerah, Unik dan Aneh
2. Marbinda (Sumatera Utara)
Tradisi Marbinda ini hampir mirip dengan Perayaan Hari Raya Idul Adha bagi kalangan umat Muslim yakni dengan cara menyembelih sejumlah hewan. Hewan yang disembelih merupakan hasil iuran dari warga sekitar yang dilakukan sebelum Perayaan Natal tiba.
Hewan yang akan disembelih tergantung dari sejumlah dana yang terkumpul. Kalau dana terkumpul banyak biasanya warga menyembelih hewan kerbau. Tapi kalau dana yang terkumpul dikit warga hanya menyembelih babi. Hasil dari penyembelihan ini akan dibagikan secara merata kepada warga yang ikut berpartisipasi.
3. Ngejot dan Penjor (Bali)
Di Bali, Hari Raya Natal dilakukan dalam perayaan dinamakan Ngejot dan Penjor. Ngejot adalah tradisi memberikan bingkisan makanan menu khas Bali. Perayaan Natal di Bali juga dihiasi dengan Penjor atau sejenis janur kuning di sekitar rumah mereka dan juga di gereja sebagai tanda perayaan Natal.
4. Meriam Bambu (Flores)
Kalau berkunjung ke Flores pada Desember, bersiaplah untuk mendengar suara dentuman-dentuman. Untuk membuat meriam bambu abu dapur dan minyak tanah dimasukkan dalam sebatang bambu yang sudah dipahat dengan rapih.
Lalu, api akan dimasukkan ke lubang kecil pada bambu. Berdasarkan budaya Manggarai dan Flores, meriam bambu sebenarnya menandakan ada seseorang yang meninggal dunia. Karena jarak antar kampung yang cukup jauh, maka warga menggunakan meriam bambu untuk menandakan orang yang meninggal.