Mengenal Situs Liyangan, Tempat Upacara Waisak Umat Buddha Zaman Dulu
Kemudian area tersebut diekskavasi Balai Arkeologi Yogyakarta dengan tujuan observasi potensi temuan. Wilayah penemuan ini kemudian semakin meluas, seiring dengan perkembangan penelitian.
Situs ini diperkirakan merupakan pemukiman penduduk karena ditemukan gerabah, keramik china, dan berbagai artefak lainnya.
Situs bersejarah ini diperkirakan terkubur akibat letusan Gunung Sindoro. Tebal lapisan laharnya sekitar 5 hingga 12 meter. Kendati baru ditemukan penambang pasir pada 2008, cerita lisan turun-temurun telah lama didengar warga sekitar.
Situs yang berasal dari abad ke-6 Masehi ini merupakan perkampungan kuno yang mengembangkan sistem pertanian dan pengairan.
Kemudian di lokasi tersebut, terdapat juga sumber mata air Jumprit yang setiap tahunnya dimanfaatkan untuk upacara Waisak oleh umat Buddha.