Mengenal Potensi Pariwisata di Jakarta sebagai Penyumbang Devisa
JAKARTA, iNews.id - Ada banyak hal menarik di Ibu Kota Jakarta yang bisa dieksplor wisatawan. Salah satu objek wisata yang populer dikunjungi wisatawan adalah Kepulauan Seribu dan Kawasan Kota Tua. Maka itu penting untuk mengenal pariwisata Kota Jakarta yang memiliki potensi mendatangkan devisa negara.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi dunia sedang menurun, otomatis pertumbuhan perekonomian secara nasional ikut berpengaruh. Apalagi, Jakarta sebagai ladang utama pendukung dari sisi produksi juga menurun, sehingga harus mencari alternatif lain. Maka, sektor pariwisata bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian.
“Pariwisata di Indonesia bisa menutupi defisit transaksi berjalan, artinya pariwisata bisa sangat cepat mendatangkan devisa ketimbang dari industri lainnya,” kata Hamid Ponco Wibowo dalam acara Tourism Talk Club di Museum Bank Indonesia, Kota Tua Jakarta, belum lama ini.
Hamid menjelaskan, perlu mendorong sumber lain yang dapat menumbuhkan ekonomi di ibu kota, khususnya dari sektor pariwisata. Pariwisata Indonesia bersaing dengan Jepang, China, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Jakarta merupakan salah satu destinasi yang paling siap untuk menyumbang devisa didukung atraksi, aksesibilitas dan amenitas yang memadai.

"Kepulauan Seribu dan Kawasan Kota Tua telah menjadi prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai destinasi wisata unggulan di kota Jakarta, selain destinasi lainnya yang sudah terkelola baik seperti kawasan Monas, kawasan Ancol, Taman Mini Indonesia Indah dan kawasan Gelora Bung Karno. Destinasi ke Jakarta didukung oleh masuknya hampir semua maskapai penerbangan asing ke Jakarta. Beragam event dari berbagai skala diselenggarakan setiap bulan di Jakarta. Potensi ini perlu digarap sehingga kontribusi dari sektor pariwisata di Jakarta terhadap pertumbuhan ekonomi lebih optimal," ujar Hamid.