Mengenal Desa Damai di Banyuwangi, Punya Potensi Alam Berlimpah tapi Rentan Konflik
Sementara itu, Direktur Eksekutif Wahid Foundation Mujtaba Hamdi memaparkan alasan pemilihan kedua desa di Banyuwangi tersebut.
Mujtaba menjelaskan kedua desa memiliki latar belakang dan potensi konflik masyarakat ekonomi, pendidikan dan keragaman sosial yang berbeda. Kondisi itu pada satu sisi membentuk kerentanan konflik namun di sisi lain menjadi potensi kolaborasi belum mampu membangun untuk ketahanan masyarakat sosial yang kuat.
"Dalam proses mengembangkan Desa Damai ini, WF akan melakukan intervensi melalui dua hal utama. Pertama, memberikan penguatan mekanisme jaga damai tentang (peace building), serta keterampilan usaha. Kedua, WF memberikan pembinaan kurasi produk, inisiasi koperasi, dan akses ke pasar digital dan konvensional yang lebih luas,” kata Mujtaba.
Mujtaba menekankan, melalui program Desa Damai, WF bermaksud membina mendukung aktor perempuan menjadi pelopor ketahanan masyarakat, tidak terbatas hanya pembangunan perdamaian atas konflik sosial dan radikalisme, namun juga pada isu-isu lainnya yang terjadi di masyarakat.
"Merujuk pada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), pemberdayaan ekonomi perempuan merupakan kunci bagi pembangunan perdamaian, dan menjadi komponen utama dalam mendorong kesetaraan bagi perempuan," kata dia.
Editor: Vien Dimyati