Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Sekadar Seru, Wahana Modern Kini Jadi Magnet Wisata Keluarga
Advertisement . Scroll to see content

Masuk ke Ekosistem Borobudur, Sandiaga Uno Pacu Pola Perjalanan Wisata Candi Plaosan

Sabtu, 02 Juli 2022 - 21:22:00 WIB
Masuk ke Ekosistem Borobudur, Sandiaga Uno Pacu Pola Perjalanan Wisata Candi Plaosan
Sandiaga Uno Pacu Pola Perjalanan Wisata Candi Plaosan (Foto: Kemenparekraf)
Advertisement . Scroll to see content

"Jadi kita pastikan 20 juta wisatawan yang datang ke Borobudur ini juga melambung ke Klaten untuk bisa mengunjungi Desa Wisata Bugisan," kata Menparekraf.

Candi Plaosan ini biasa disebut dengan Candi Kembar, karena terdapat dua candi yang dalam sejarahnya dibangun oleh raja keenam kerajaan Mataram Kuno, Rakai Pikatan, untuk dipersembahkan kepada salah seorang permaisurinya bernama Pramudyawardani.

Keduanya memiliki perbedaan agama. Raja Rakai Pikatan beragama Hindu sementara permaisurinya Pramudyawardani beragama Buddha. Perbedaan agama bukan menjadi penghalang, justru semakin memperkuat cinta mereka. Kisah ini pun tergambar jelas pada relief-relief yang ada di Candi Plaosan. Maka tidak heran jika Candi Plaosan ini mengisyaratkan berbagai aspek kehidupan seperti alam, budaya, toleransi, dan keagamaan.

Menparekraf Sandiaga mengatakan kisah percintaan ini semakin memperkuat potensi yang ada di Desa Wisata Bugisan. "Ini saya melihat daya tarik atau magnet dari Candi Plaosan atau Candi Kembar, karena ada storynomics percintaan," kata Sandiaga.

Di dalam kawasan Candi Kembar terdapat halaman rumput hijau yang menambah keasrian alam pedesaan khas Jawa. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut