Makna Filosofis dari Canang Sari, Tak Sekadar Indah Dipandang
"Sebagai simbol terima kasih atas apa yang Tuhan telah berikan kepada kami. Nah, bentuk persembahan itu kami buat dengan Canang. Bunga kami dapat dari alam, dan alam itu Dia yang menciptakan," paparnya.
Untuk membuat Canang Sari tak bisa asal-asalan. Wenny menuturkan, Canang Sari menggunakan alas berbentuk 'ceper' sebagai simbol kekuatan Ardha Candra. Di atas ceper, ada Porosan yang menandakan bahwa persembahan ini harus datang dari hati yang penuh kasih dan tulus kepada Tuhan.
"Porosan ini terbuat dari daun sirih, gambir, dan kapur sirih. Campuran ini memiliki makna simbolis dalam ritual persembahan. Daun sirih melambangkan Dewa Wisnu dan kapur sirih melambangkan Dewa Iswara," ungkap Wenny.
Wenny juga mengungkapkan, dalam penataan Canang Sari pun tidak bisa sembarangan. Porosan ditempatkan di Utara yang mana ditempatkan bunga berwarna hitam, bisa diubah menjadi biru atau ungu. Utara ini melambangkan Dewa Wisnu.
Lalu, di sisi Selatan (merah) untuk Dewa Brahma, sisi Barat (kuning) melambangkan Dewa Mahadewa, dan Timur (putih) melambangkan Dewa Iswara. Pada bagian tengah ditempatkan daun pandan.