Liburan Panjang di Destinasi Zona Hijau, Ini yang Harus Dilakukan
Pemilihan zona aman menjadi prioritas dalam menentukan lokasi berlibur dan hindari zona merah karena berisiko tinggi tertular Covid-19. Namun, jika terpaksa harus datang ke zona merah, perlu menerapkan protokol kesehatan ekstra ketat seperti menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.
"Mau jalan ke mall atau kemanapun di zona merah itu berisiko. Makanya jangan lupa pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan, cuci tangan pakai sabun," ujarnya.
Sebelumnya, Dr. Tri memberikan tips liburan aman dari penularan Covid-19. Pertama, hindari percikan air liur saat berbicara. Seperti diketahui, penyebaran virus corona baru terjadi melalui penularan droplet, dari percikan air liur saat berbicara. Hal itu yang membuat masyarakat diminta patuh menggunakan masker dan jaga jarak serta menghindari kerumunan agar tidak tertular Covid-19.
"Kedua, hindari kerumunan yang menyebabkan tak ada jarak. Pilih daerah wisata yang tak terlalu padat karena menghindari potensi penyebaran virus corona baru. Ketiga, status zonasi lokasi wisata yang bakal dituju sebaiknya diketahui lebih awal, apakah statusnya zona hijau, kuning, orange, atau merah," kata Dr. Tri.
Keempat, setelah zonasi pastikan lokasi liburan di tempat terbuka atau outdoor seperti pantai atau wisata pegunungan. Lebih lanjut Dr. Tri menyarankan untuk hindari ruangan tertutup yang tidak masuk cahaya matahari dan udara.
Kelima, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat sebelum memutuskan berangkat liburan. Jika kondisi fisik bermasalah, Dr. Tri menekankan untuk menunda perjalanan dan lebih baik berlibur di dekat rumah dengan jarak terjangkau.
"Kuncinya adalah menghindari penularan melalui droplet. Makanya harus memakai masker yang melindungi hidung dan mulut. Menjaga jarak agar saat berbicara sedikit droplet keluar. Tetap saling menjaga jarak sehingga tidak terkena dan yang juga penting untuk mencuci tangan pakai sabun," kata dia.
Editor: Vien Dimyati