Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masuk Ancol Gratis Mulai 8 Juni 2026, Ini Syaratnya!
Advertisement . Scroll to see content

Liburan ke Yogyakarta, Wisatawan Wajib Tahu Legenda Beringin Kembar Alun-Alun Kidul 

Kamis, 29 Desember 2022 - 22:03:00 WIB
Liburan ke Yogyakarta, Wisatawan Wajib Tahu Legenda Beringin Kembar Alun-Alun Kidul 
Legenda Beringin Kembar Alun-Alun Kidul (Foto: Instagram @budybdy)
Advertisement . Scroll to see content

2. Gerbang ke Laut Selatan

Mitos kedua, pohon beringin kembar ini adalah pintu gerbang laut Selatan. Alun-Alun Kidul disebut memiliki hubungan dengan laut Selatan atau segoro kidul. Kepercayaan mitos ini telah berkembang pada zaman Hamengkubuwono VI. Dalam kepercayaan masyarakat, Keraton Yogyakarta memiliki hubungan spesial dengan Nyi Roro Kidul. Masyarakat yakin orang-orang yang berbuat jahat ke Keraton akan hilang kesaktiannya setelah melewati kedua beringin kembar tersebut.

3. Pusaka Keraton

Di lingkungan Keraton dikenal beberapa jenis pusaka, di antaranya seperti tombak, keris, regalia, ampilan, panji-panji, kereta, gamelan dan salah satunya adalah pohon beringin kembar. Sebagai pusaka keraton, keduanya turut menjalani upacara Jamasan tiap bulan sura. Jamasan merupakan upacara di keraton untuk membersihkan dan merawat benda-benda pusaka. Kedua beringin yang bernama Kiai Janadaru dan Kiai Dewadaru, dijamas dengan cara dipangkas sehingga tajuknya berbentuk cembung menyerupai bentuk payung. Bentuk tersebut memiliki makna yang melambangkan pengayoman yang diberikan keraton pada rakyat Yogyakarta

4. Tempat latihan prajurit keraton

Pada zaman dahulu, Alun-Alun Selatan digunakan untuk berbagai keperluan yang menyangkut kepentingan Keraton Yogyakarta. Pertama, digunakan untuk berlatih (gladhen) bagi para prajurit keraton menjelang upacara adat tradisi budaya Garebeg, yang setiap tahun diadakan tiga kali, yaitu Garebeg Mulud, Garebeg Syawal, dan Garebeg Besar. 

Selain itu, Alun-Alun Selatan digunakan untuk tempat menghadap bagi abdi dalem Wadana Prajurit dalam tradisi di bulan Puasa, yaitu pada malam 23, 25, 27, dan 29 bulan Puasa. Selain itu, pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VII, setiap Senin dan Kamis siang, di Alun-Alun Selatan diadakan pertandingan panahan, adu harimau melawan kerbau, serta hiburan berupa prajurit rampogan menangkap harimau.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut