Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Sekadar Seru, Wahana Modern Kini Jadi Magnet Wisata Keluarga
Advertisement . Scroll to see content

Kota-Kota yang Dulunya Ramai kini Resmi Hilang dari Indonesia, Pernah Tahu?

Kamis, 11 Mei 2023 - 15:17:00 WIB
Kota-Kota yang Dulunya Ramai kini Resmi Hilang dari Indonesia, Pernah Tahu?
Kota-Kota yang Dulunya Ramai kini Resmi Hilang (Foto: YouTube)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ada beberapa kota di Indonesia yang ditinggalkan penduduknya karena sesuatu hal. Awal mulanya, kota tersebut ramai, kini menjadi sepi dan resmi hilang dari Indonesia.

Ya, berbagai faktor melatarbelakangi mengapa masyarakat tersebut meninggalkan kampung halamannya. Salah satunya, seperti bencana alam, banjir, longsor, gunung meletus, gempa bumi, atau faktor mistis lain.

Lantas, dearah mana saja di Indonesia yang dulunya ramai dan kini resmi hilang dari Indonesia? Berikut ulasannya dikutip dari akun YouTube Remedial Script, Kamis (11/5/2023).

1. Kota Wuna atau Muna

Kota ini terletak di Sulawesi Tenggara, dan sempat menjadi kota penting pada masa kesultanan Wuna. Kota ini dibangun pada masa Raja La Kilaponto (1538-1541) dan selesai pada masa Raja La Posasu  (1541-1551). Menariknya, kota ini dikelilingi oleh benteng tinggi yang berbentuk lingkaran. Orang-orang yang dapat tinggal di daerah tersebut hanyalah kaum bangsawan dengan jabatan penting seperti Raja, atau golongan adat hukum saja. Kota ini mulai ditinggalkan pada tahun 1861, saat perang saudara pecah antara dua tokoh penting untuk memperebutkan Kota Wuna.

2. Kota Saranjana

Kota Saranjana terletak di Kalimantan Selatan. Banyak yang percaya daerah ini adalah kota gaib. Sebab, tak semua orang mampu melihat keberadaan serta kemegahan kota ini. Namun, masyarakat di Kota Baru Pulau Laut meyakini, kota tersebut memang ada yang dibuktikan dari peta masa lampau yang berjudul ‘Peta Wilayah Pesisir dan Pedalaman Borneo. Peta tersebut dibuat oleh seorang naturalis berkebangsaan Jerman, Salomon Muller pada tahun 1845.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut