Fakta Keraton Yogyakarta, Tempat Tinggal Raja hingga Misteri Jalan Malioboro
Maka, secara keseluruhan arsitektur ini bergaya Joglo, terbuka tanpa dinding disebut dengan Bangsal sedangkan joglo tertutup dinding dinamakan Gedhong (gedung). Menariknya, Keraton Yogyakarta memiliki nilai-nilai sosial-budaya dan religi dalam pendirian maupun pemanfaatannya. Selain dijadikan sebagai tempat tinggal raja dan museum pusat kebudayaan Jawa, Keraton Yogyakarta pun dijadikan sentra dan kiblat perkembangan budaya Jawa, lho.
3. Ada Hubungannya dengan Malioboro
Ada misteri yang harus diketahui dari jalan Malioboro. Tahukah Anda Jalan Malioboro diduga sebagai sumbu filosofis yang menghubungkan Tugu dengan Keraton Yogyakarta. Secara simbolis garis filosofis tersebut, terwujud dalam simpul-simpul berupa Panggung Krapyak-Kraton Yogyakarta-Tugu Golong Giling yang melambangkan konsep ‘sangkan paraning dumadi’ atau ‘asal dan tujuan dari adanya ‘hidup’.
Filosofi jalan dari Panggung Krapyak menuju Keraton Yogyakarta menggambarkan perjalanan manusia sejak di dalam kandungan, lahir, beranjak dewasa, menikah hingga memiliki anak (sangkaning dumadi).
Sementara, filosofi jalan dari Tugu Golong Giling ke arah selatan, menggambarkan perjalanan manusia ketika hendak menghadap san Khalik (paraning dumadi), meninggalkan alam fana dunia menuju alam baka (akhirat).
4. Ada Tiga Bagian Keraton
Terdiri dari tiga bagian yang terdiri dari komplek depan keraton, kompleks inti keraton dan kompleks belakang keraton. Komplek depan keraton terdiri dari Gladhak-Pangurakan (Gerbang Utama), Alun-alun Ler, dan Masjid Gedhe.