Kemenparekraf Siapkan Strategi agar Pelaku Parekraf Bersaing di ASEAN
Wisnu Bawa menjelaskan, yang masih menjadi pekerjaan rumah yaitu di sektor ekonomi kreatif (ekraf). Tahun ini saja tercatat dari 17 subsektor yang ada di ekraf, baru ada 5 subsektor yang memiliki Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran sendiri.
“Kami berharap pada 2021 kita harus bisa menyelesaikan dengan penyamaan skema dan standar, sehingga pada tahun yang sama, SDM pariwisata dan ekraf bisa berkembang secara beriringan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menambahkan, pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengapresiasi dengan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kemenparekraf meningkatkan skill, kemampuan untuk SDM pariwisata di Yogyakarta.
“Momentum ini sangat bagus di saat kita sedang mengalami pandemi, karena sekarang seluruh insan pariwisata memiliki banyak waktu untuk meluangkan waktu meningkatkan pengetahuan hingga menambah skill dirinya. Ini bagian dari penyiapan SDM untuk berkompetisi baik di ranah ASEAN maupun global,” ujarnya.
Singgih juga menyampaikan, implementasi protokol kesehatan menjadi hal yang penting, untuk menumbuhkan kepercayaan diri para wisatawan yang akan datang berlibur dan para industri pariwisata yang bekerja di Yogyakarta.
“Iklim pariwisata di DIY sudah mulai menggeliat lagi, hal itu dibuktikan dengan beberapa kali libur akhir pekan yang lalu kami kebanjiran wisatawan, itulah hasil yang kita lakukan untuk pemulihan destinasi di Yogyakarta,” katanya.
Editor: Vien Dimyati