Kemenparekraf Kembangkan 19 Desa Wisata Danau Toba
Desa wisata lainnya, yakni Hariara Pohan, memiliki potensi berkemah di atas Bukit Holbung dengan pemandangan Danau Toba (sunrise). Sementara Desa Wisata Sosor Dolok memiliki potensi keindahan air terjun dan mayoritas penduduknya petani kopi.
Satu lagi Kampung Wisata Tigarihit juga memiliki keunggulan kampung warna-warni dengan pemandangan Danau Toba (sunset) dan suasana 'perkotaan' (urban village), serta kuliner khas Dolung-dolung. Sedangkan Desa wisata Silalahi 1 memiliki potensi berupa percampuran kebudayaan antara Pakpak, Toba, dan Simalungun.
Ada juga tenun ulos tradisional Silalahi, memiliki buah mangga paling manis dan buahnya sudah berusia ratusan tahun serta makanan khas berupa Bubur Sitohap. Desa Wisata Sigapiton juga memiliki potensi situs sejarah, terasering sawah yang luas dan rapih, Sanggar Tari Natulo, daya tarik mitos (bona naik, air terjun, batu pengasingan, nual tulung, pijakan Sisiagukguk dan batu sitali). Ada pula sanggar kesenian (musik dan tari) yang dikelola BPODT.
Desa Wisata Pardamean Sibisa juga memiliki hal-hal yang diunggulkan seperti kerajinan ukiran kayu khas Batak yang merupakan replika dari benda pusaka zaman dahulu seperti tongkat raja, ukiran ornamen Batak, alat musik kecapi, dan lainnya. Mayoritas penduduknya adalah petani kopi dan telah dikemas dalam "Kopi Sibisa".
Selain itu, Desa Wisata Jangga Dolok juga memiliki potensi perkampungan rumah adat dan sopo, agrowisata kopi, padi, sayur, rempah-rempah dan buah, cerita moral Tongkat Padaluang, Sungai Julu sebagai sumber air Danau Toba dan pemandian alam, memiliki mars Jangga Dolok dan lagu Partodian karya desa. Selain itu, terdapat pula olahraga Marmoncak, memiliki warisan budaya yang bisa dilestarikan dan memiliki rumah adat tertua di Toba.