Kebangkitan Film Indonesia, Romeo Ingkar Janji Kenalkan Bali hingga Kisahkan Cinta dan Takdir
Email menambahkan, film ini memiliki genre drama romance hingga dark romance. Kisahnya, seperti filosofi pohon yang setengah kering, setengah subur. Kemudian, ada dua manusia hidupnya setengah kosong, setengah isi, dan bertemu untuk saling mengisi.
"Penonton bisa merasakan cinta, dan film ini sangat sederhana dengan emosi kuat. Keunikannya ada cinta dan spiritual. Menawarkan unsur spiritual yang kuat. Film ini bicara tentang takdir. Manusia berencana, tuhan menentukan. Di sini, Manusia bisa mencintai tapi bisa dipisahkan oleh semesta," kata Emil.
Dalam film ini juga mengenalkan keindahan Bali. Menurut Emil, Bali selain enak untuk dijadikan tempat syuting, suasana di Bali juga cocok dengan cerita film.
"Bali punya lanskap yang secara cerita cuma bisa kita dapatkan di sini. Ada tempat orang bisa berkumpul tapi juga bisa mengasingkan diri. Ya itu hanya bisa ada di Bali. Tempatnya di Kuta, Tamblingan, Canggu, dan Sanur juga ada. Banyak sekali tempat," kata dia.
Sementara itu, Ricky Wijaya selaku Executive Producer Film dan CEO Adhya Pictures mengatakan, dia sangat menikmati proses pengerjaan film Romeo Ingkar Janji, apalagi bekerja sama dengan talenta-talenta mumpuni di industri.