Kampung Unik yang Tolak Pakai Listrik, Terpencil di Hutan Warganya Hidup Bahagia seperti di Tahun 70-an
Kampung Ammatoa juga dikelilingi oleh hutan tropis yang masih alami dan menjadi habitat dari berbagai macam flora dan fauna yang langka. Karena itu, desa ini juga menjadi tempat wisata yang menarik bagi para pencinta alam dan petualangan. Mengunjungi Desa Ammatoa akan memberikan pengalaman menarik untuk belajar tentang kearifan lokal masyarakat yang terus menjaga budaya dan adat-istiadatnya selama bertahun-tahun.
Warga Ammatoa masih menjungjung tinggi nilai kearifan lokal budayanya. Mereka percaya benda-benda yang berbau teknologi bisa berdampak negatif dalam kehidupan mereka. Apabila ingin masuk ke kawasan Ammatoa (Kajang dalam) tidak diperbolehkan memakai sandal. Hal ini dikarenakan sandal sudah dibuat dari teknologi modern. Ciri khas dari Suku Kajang ini adalah pakaian yang dikenakannya berwarna hitam dan tidak memakai alas kaki.
Jika Anda berkunjung ke sana, maka diwajibkan memakai pakaian berwarna hitam. Menurut mereka, warna hitam memiliki makna persamaan, persatuan dalam segala hal, dan kesederhanaan. Semua hitam merupakan sama. Warna hitam juga menunjukkan kekuatan serta derajat di mata sang pemilik jagat. Kesamaan yang terkandung dalam warna ini juga dalam menyikapi tentang kondisi lingkungan, terutama kelestarian hutan yang wajib dijaga karena merupakan sumber dari kehidupan.
Itulah seputar kampung unik yang tolak pakai listrik, Ammatoa di Sulawesi Selatan. Penduduknya masih menjalani hidup yang sederhana dan menjaga adat budaya.
Editor: Vien Dimyati