Kampung Unik di Palembang, Singgah ke Desa Terpencil Surganya Pempek Murah Rp1.000an
Jika berkesempatan untuk berkunjung ke Palembang, mencicipi langsung pempek buatan tangan warga lokal tentu menciptakan sensasi yang berbeda. Ketika berada di Palembang, jangan lupa menyambangi Kampung Pempek 26 Ilir untuk menikmati pempek dengan beragam pilihan. Sesuai namanya, sentral pempek yang satu ini terletak di Pasar 26 Ilir tepatnya di kawasan Jalan Mujahidin, Kelurahan Talang Semut. Begitu sampai di depan Jalan Mujahidin, Anda langsung disambut dengan gerbang selamat datang dan petunjuk nama-nama toko pempek yang akan dijumpai di dalam kampung pempek ini.
Total ada 15 toko pempek yang ada di sana, seperti Pempek Lala, Pempek Rayhan, Pempek Edy, dan yang lainnya. Selain itu, ada pula beberapa penjual pempek lainnya yang menjual dengan hanya bermodalkan etalase kecil saja. "Ayo mampir, dicoba dulu gratis. Rp800-an aja," teriak para penjual pempek.
Anda tak salah dengar. Memang harga pempek di sini sangat terjangkau dengan berkisar Rp800 - Rp1.500 untuk pempek berukuran kecil seperti pempek pistel, pempek adaan, pempek keriting, pempek panggang, pempek lenjer, dan pempek telur. Sedangkan untuk pempek jenis lenjer besar, lenggang dan kapal selam, harganya dipatok Rp10.000 sampai Rp15.000 saja.
Tak perlu khawatir, meski dengan harga relatif terjangkau, pempek di sini menggunakan bahan baku ikan tenggiri, kakap, dan ikan gabus. Anda juga akan disambut aroma ikan yang khas dari pempek ketika memasuki area Kampung Pempek. Selain dikunjungi oleh warga Sumatera Selatan saja, Kampung Pempek juga menjadi titik temu bagi para perantau di berbagai daerah ketika pulang ke kampung halaman. Keluarga di Palembang kerap mengajak sanak saudara di perantauan untuk menyantap pempek bersama di sini ketika mereka sedang pulang.
Seperti yang dialami oleh Aisyah, warga asli Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Belasan tahun menetap di Jakarta, dia selalu merindukan momen untuk menyantap pempek di Palembang. Dia begitu antusias ketika keluarganya menjemput di bandara dan langsung mengajaknya mampir di Kampung Pempek 26 Ilir. Dia merindukan momen kumpul bersama keluarga dengan tradisi hirup cuko, menyantap pempek dengan cara yang berbeda seperti yang umum dilakukan oleh masyarakat Sumatera Selatan.