Kampung Unik di Merauke, di Desa Ini Muncul Candi Alami Terbuat dari Tanah Dihuni Koloni Semut
Kampung Salor di Merauke memang terkenal dengan bangunan Musamus yang berbentuk candi. Musamus atau rumah semut sebenarnya bukanlah sarang yang dibuat oleh semut. Lebih tepatnya adalah sarang dari hewan sejenis rayap Macrotermes sp .Dinding Musamus terbuat dari rumput kering, tanah, dan air liur rayap sebagai bahan perekatnya.
Rayap yang tinggal di dalam Musamus bukanlah rayap perusak. Umumnya rayap inj hidup jauh dari pemukiman manusia. Musamus terbentuk dari bahan dasar rumput kering, tanah, dan air liur rayap pembuatnya. Rayap-rayap tersebut membangun istana dengan sangat kokoh dan kuat, bahkan mampu menahan berat manusia dewasa saat memanjatnya.
Bentuk Musamus seperti kerucut dan menjulang tinggi ke atas permukaan tanah menyerupai stalakmit di gua-gua. Tekstur permukaan Musamus berlekuk-lekuk dan berwarna coklat kemerahan seperti warna tanah tempatnya berada. Di dalamnya ada ruangan yang berongga yang berfungsi sebagai tempat tinggal.
Karena fenomena alam ini menjadi daya tarik, maka kepala Kampung Salor Indah, bersama dengan warga membangun wisata alam 1.000 musamus. Masyarakat desa sangat menjaga musamus yang ada di daerah tersebut. Warga dilarang untuk menggembalakan ternaknya, kecuali kuda. Tak hanya musamus yang menjadi daya tarik, alam di sekitar dataran Marind ini juga masih sangat asri.
Mata pencaharian masyarakat Kampung Salor
Mayoritas masyarakat di sini bekerja sebagai petani, dengan lahan pekarangan yang sangat luas. Hasil pertanian yang dihasilkan antara lain seperti padi, sayur-sayuran hijau, terong, ketela pohon, jagung, mangga, jeruk, keladi, dan lainnya.