Kampung Unik di Lombok Punya Pohon Purba Raksasa Satu-satunya di Indonesia
Destinasi wisata ini dikelola perorangan, karena lahannya milik pribadi. Terdapat sekitar 40 pohon yang tumbuh di kawasan Hutan Purba Permatan. Itu pun belum termasuk yang berada di luar lahan. Di tempat ini sudah disediakan gazebo untuk bersantai dan terdapat beberapa warung.
"Namanya Pohon Lian. Konon awalnya dibawa oleh seorang berasal Belanda yang juga bernama Lian. Disebut juga pohon purba, karena usianya lebih dari 350 tahun. Pohon Lian tidak bisa dicangkok, katanya. Pun telah dicoba warga sekitar beberapa kali dan hasilnya memang nihil. Inget banget dulu pas zaman SMA, pohon lian ini hanya sebagai 'penghias' di pinggir jalan. Orang-orang gak tertarik buat mentelaah, paling nyembao aja kalo panas. Gak sampai turun buat foto-foto apalagi mau rela bayar kayak sekarang," tulis Instagram @zulfin_hariani.
Keunikan Pohon Lian
"Pohon Lian merupakan pohon raksasa yg memiliki tinggi 40-50 meter. Menurut warga sekitar, pohon ini berusia 350 tahun, mulai tumbuh pada tahun 1668. Di dunia ini, pohon spt itu hanya tumbuh di Australia, Afrika dan Lombok Timur, keren kan ? Ada yg bilang biji pohon terbawa oleh burung2 yg bermigrasi, namun ada juga yg bilang biji pohon terbawa karena tsunami. Pohon ini begitu besar dan tingginya sampai manusia dewasa pun seperti hobbit. Pada foto pertama, anda akan menemukan sepasang muda mudi berdiri dan nampak kecil sekali. Cobalah berkunjung kesini, dan rasakan sensasi berdiri dan berlarian disekitar pohon raksasa seperti di film Lord of the Ring dan Hobbit. Pulau Lombok memang menyimpan ribuan pesona yg menarik utk dikunjungi," tulis Instagram @novalpw.
Batang pohon lian mirip dengan pohon randu, tetapi lebih licin, sehingga sulit untuk dipanjat. Pohon lian menjadi tempat tumbuh kembangnya koloni lebah, buahnya menjadi makanan burung dara hutan. Konon, pohon lian hanya ada di Australia, Afrika, dan Dusun Permatan.
Ada beberapa cerita yang menjelaskan bagaimana pohon raksasa ini bisa tumbuh di daratan Pulau Lombok. Menurut teori migrasi burung, ada yang mengatakan, biji-biji pohon tersebut dibawa burung yang terbang dari benua lain. Teori lainnya mengatakan, biji-biji pohon raksasa ini hanyut akibat ombak tsunami di perairan Australia ratusan tahun silam hingga terbawa sampai ke Lombok.