Kampung Unik di Karawang, Singgah ke Desa yang Hanya Boleh Dihuni 9 Keluarga, seperti Ini Suasananya!
Pada awal mulanya, Kampung ini bernama Babakan, dan pernah jadi tempat pembuatan genteng batu bata. Namun sejak 2010, penyebutan nama kampung ini berubah menjadi Kampung Salapan. Kampung Salapan dalam bahasa Indonesia diartikan juga kampung Sembilan. Namun, ada pula yang menyebutkan berubahnya nama kampung ini adalah setelah ditemukannya batu merah dengan ukuran besar, di sekitar area persawahan. Di mana hasil penelitian mengungkapkan jika batu tersebut diduga peninggalan abad ke-3.
Berbeda dengan kampung-kampung pada umumnya, sesuai dengan namanya Kampung Salapan hanya terdiri dari 9 bangunan rumah, dan tak ditinggali lebih dari 27 orang. Masyarakat di kampung ini percaya untuk menjaga permukiman mereka tetap dalam jumlah kecil. Warga memercayai jika ada penambahan kepala keluarga, maka keluarga baru tersebut akan mendapatkan musibah sehingga dipastikan akan keluar dari kampung.
Sebagian besar masyarakat Kampung Salapan bekerja sebagai seorang petani. Diketahui semakin populernya kampung ini, dimunculkan budaya baru yang kesannya dadakan, seperti ritus dan nyalin. Adapun tradisi lain yang masih dipertahankan oleh masyarakat setempat, adalah Ngabubang dan pakaian warna adat biru tua dongker.
Editor: Vien Dimyati