Kampung Unik di Jambi, Singgah ke Desa Terpencil Mirip Negeri Kayangan Semuanya Diselimuti Kabut
Ya, kampung unik di Jambi ini kerap disebut negeri dongeng. Lokasinya ada di Desa Renah Kayu Embun. Jalan-jalan ke khayangan kini tak sekadar cerita di negeri dongeng. Hanya perlu menempuh perjalanan 30 menit dari Kota Sungai Penuh, Jambi, Anda akan sampai di negeri atas awan, Bukit Khayangan. Bukit ini pernah dinobatkan sebagai dataran tinggi terpopuler di Indonesia tahun 2017 dalam ajang Augerah Pesona Indonesia (API).
Terletak di Desa Renah Kayu Embun, Kota Sungai Penuh, Bukit Khayangan berada di barisan Gunung Raya yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat. Memiliki ketinggian 2.000 meter (mdpl), jalan menuju ke bukit cukup mendaki dan berliku. Meskipun kondisi jalannya penuh tanjakan, terasa tak membosankan karena pemandangan alam di sepanjang perjalanan sangat indah. Perbukitan hijau yang membentang di kanan dan kiri jalan sungguh menyegarkan mata.
Setiap pagi, perbukitan ini akan dipenuhi kabut. Dari atas bukit, Anda tak bisa melihat kawasan sekitarnya dengan jelas karena penuh kabut. Tak hanya pagi hari, biasanya jelang sore kabut kembali datang. Jadi, berada di sini memang seperti ada di negeri atas awan. Hamparan kabut yang bergelombang seperti menutup Sungai Penuh dan Kerinci.
"Keindahannya nyata, deretan bukit barisan berselimut awan bisa kita pandang luas dan puas dari atas bukit ini. Udaranya sejuk, suasana tenang, matahari pun terasa hadir menghangatkan. Saat momen matahari terbit dan hamparan cakrawala dipenuhi sinarnya, ini akan menciptakan pengalaman liburan yang nggak bisa kamu lupakan. Indahnya sempurna. Jadi, mau ke sini bersama siapa?" tulis Instagram @pesonaid_travel.
Penamaan Bukit Khayangan ada berbagai versi. Versi pertama, masyarakat Desa Renah Kayu Embun percaya, di bukit ini bersemayam seorang putri dari kayangan. Itulah mula nama Bukit Khayangan muncul. Penamaan Bukit Khayangan juga didasarkan karena pemandangan indah di atas bukit. Semua khayalan-khayalan yang aneh seketika hilang setelah naik ke atas bukit ini.