Kampung Unik di Banyuwangi, Singgah ke Desa yang Dihuni Suku Osing, Wajib Coba Kopinya!
Desa Wisata Osing Kemiren memang memiliki keunikan. Saat memasuki kawasan desa, Anda dapat menjumpai rumah adat Suku Osing di kedua sisi jalan dengan pintu ukiran kayu dan bentuk atap yang khas. Ada tiga jenis desain atap yang dikenal di tiap rumah di antaranya tikel balung (atap empat sisi), baresan (atap tiga sisi), dan crocogan (atap dua sisi).
Sementara itu, berbeda dengan bahasa Jawa yang umum digunakan oleh masyarakat Banyuwangi, di Desa Osing Kemiren, masyarakatnya memiliki budaya serta bahasa tersendiri yang disebut dengan bahasa (Jawa) Osing. Nama Osing Kemiren berasal dari nama kemirian, atau banyak pohon kemiri. Warganya merupakan suku Osing, yaitu suku asli Kabupaten Banyuwangi.
Dalam bahasa Osing, kata ‘Osing’ berarti ‘tidak’ dan kata ‘Osing’ ini mewakili keberadaan orang Osing yang ada di Banyuwangi. Jadi ketika orang Osing ditanya mengenai asalnya, kalian orang Bali atau Orang Jawa? maka orang Osing ini akan menjawab ‘Osing’ yang berarti mereka tidak berasal dari Jawa ataupun Bali. Suku Osing biasa disebut Wong Osing, Lare Osing, dan Tiyang Osing yang berarti saya orang Osing.
Tradisi Gedhogan
Di tengah-tengah modernisasi yang terjadi, warga Desa Osing masih sangat kuat mempertahankan tradisinya. Salah satunya adalah tradisi Gedhogan, yaitu ungkapan rasa syukur atas panen yang diterima. Pada musim panen, para perempuan di desa ini menampilkan pertunjukan seni unik, dengan memukulkan lesung yang diiringi alunan angklung, dan juga tabuhan gendang yang merdu. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dari berbagai generasi di desa Osing Kemiren.
Mencicipi Kopi Osing
Selain memiliki tradisi yang kuat, ketika berkunjung ke desa wisata satu ini, jangan lewatkan mencicipi kopi asli dari petani lokal di desa Osing. Kopi tersebut dinamakan kopi Osing atau kopai Osing, demikian masyarakat setempat menyebutnya. Proses pembuatan kopi Osing juga masih terbilang tradisional.