Intip Keseruan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Ada Replika Rumah Adat!
Ia menjelaskan, replika rumah-rumah adat Betawi yang disiapkan akan menjadi lambang perwakilan dari masing-masing wilayah di DKI Jakarta termasuk pemerintah provinsi dalam acara budaya Sorogan (saling mengantar makanan khas Betawi) yang akan dilaksanakan pada esok hari.
"Biasanya acara sorogan begitu kan atau hantaran ini merupakan sebuah tradisi Betawi, bentuk rasa takzim kami kepada tokoh, kepada orang tua, kepada sesepuh dari yang muda kepada yang tua," ucap dia.
Selain itu, adanya berbagai replika rumah Betawi yang menjadi ikon pada gelaran Lebaran Betawi ke-18 kali ini juga memiliki makna filosofis bahwa masyarakat Betawi merupakan masyarakat yang terstruktur dan memiliki komponen serta kelompok masyarakat yang bervariasi.

"Jadi, pesannya adalah bahwa struktur masyarakat Betawi itu ada dua komponen, ada kelompok masyarakat kota dan pinggir. Ini bentuk rasa takzim kami gitu kan. Ada pesan begitu bahwa kami, kalau gubernur kan pimpinan, orang tua simbolnya, sementara wali kota rumah kecamatan gitu kan yang bawahan itu adalah bawahan ya menghormati gitu kan,” jelas Aditya.
Tidak hanya replika rumah Betawi, berbagai tenant kuliner khas Betawi juga telah berjejer di sepanjang jalan menuju panggung dan replika rumah Betawi. Tenant-tenant tersebut menjual berbagai macam kuliner khas Betawi.