Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tanjung Lesung, Sanctuary Baru di Pesisir Banten yang Menenangkan
Advertisement . Scroll to see content

Ide Liburan ke Bandung, Yuk Mengenal Sejarah Gedung Sate Berusia Lebih 100 Tahun

Senin, 16 Agustus 2021 - 10:13:00 WIB
Ide Liburan ke Bandung, Yuk Mengenal Sejarah Gedung Sate Berusia Lebih 100 Tahun
Mengenal sejarah Gedung Sate (Foto: Instagram@cintaindonesia)
Advertisement . Scroll to see content

Khusus untuk menara, Gerber memasukkan aliran Asia, yaitu gaya atap pura Bali atau pagoda di Thailand. Di puncaknya terdapat "tusuk sate" dengan 6 ornamen sate (versi lain menyebutkan jambu air atau melati), yang mana hal tersebut melambangkan jumlah biaya yang digunakan untuk membangun Gedung Sate yakni sebesar 6 juta gulden. Ornamen yang terbuat dari batu, terletak di atas pintu utama Gedung Sate, sering dikaitkan dengan candi Borobudur karena bentuknya yang serupa.

Peralihan Fungsi Gedung Sate dari Masa ke Masa

Usai selesai dibangun, Gedung Sate yang diberi nama Gouvernements Bedrijven yang dalam Bahasa Belanda berarti 'Pusat Pemerintah', Pada tahun 1930 diresmikan sebagai Kantor Jawatan Pekerjaan Umum dan Pengairan Pemerintah Hindia-Belanda.

Sementara, selama pendudukan Jepang, Gedung Sate menjadi Pusat Pemerintahan (Shucho) Wilayah Jawa Barat dan kedudukan Komandan Militer Daerah. 

Lalu saat Indonesia merdeka, gedung kembali digunakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Hingga pada 1980, gedung dimanfaatkan sebagai kantor pemerintahan Jawa Barat hingga saat ini.

Keunikan dan Daya Tarik Gedung Sate

Salah satu keunikan dan daya tarik dari gedung tersebut adalah tentu saja adanya bangunan berupa tusuk sate dengan ornamen bulat sejumlah 6 buah pada bagian menara. Oleh karena itulah gedung yang dulunya bernama Gouvernements Bedrijven atau Gedung GB tersebut lantas disebut sebagai Gedung Sate.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut