Hobi Keliling Dunia, Ini Profesi Paling Diincar Kaum Healing!
“Mungkin kalau kaya profesi aku, karena kita kan sebagai tour leader, kita sering pergi ke satu negara berkali-kali. Jadi udah nggak ada tuh kaya shock culture,” katanya.
"Mungkin buat kita sudah bisa mengatasi yang namanya jet lag atau culture shock. Tapi biasanya buat para peserta atau tamu-tamu yang ikut, mereka justru mengalami shock culture itu,” ujar Donny.
Meski begitu, menurutnya, shock culture atau jet lagi yang kerap dialami rombongan tamu yang dia bawa hanya bersifat sementara. Pasalnya, setiap orang tentu membutuhkan penyesuaian saat pertama kali berkunjung ke suatu negara.
"Pertama mungkin dalam perjalanan udah capek, tapi mereka dengan exited-nya itu kepengen tau, apa sih kegiatannya, jadi dipaksa-paksain sih mereka. Tapi shock culture-nya akan tertutup dengan beberapa destinasi yang kita kunjungi,” tuturnya.
"Jadi mau dibilang shock culture apa nggak sih ya nggak ada yah. Mereka udah happy aja sih bawaannya,” kata Donny.