Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : JK dan Anies Resmikan Masjid Terapung di Pantai Wisata Ancol
Advertisement . Scroll to see content

Hadirkan Destinasi Wisata Religi, Ancol Bangun Masjid Apung di Tengah Laut

Senin, 01 Juni 2026 - 06:40:00 WIB
Hadirkan Destinasi Wisata Religi, Ancol Bangun Masjid Apung di Tengah Laut
Progres pembangunan masjid apung yang berlokasi di sekitar Pantai Karnaval Ancol tersebut telah mencapai sekitar 80 persen. (Foto: Ancol)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kawasan Wisata Ancol yang selama ini identik dengan pantai dan berbagai wahana rekreasi akan segera memiliki daya tarik baru. Sebuah masjid apung megah di tengah laut kini tengah dibangun dan diproyeksikan menjadi destinasi wisata religi baru bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko mengatakan progres pembangunan masjid apung yang berlokasi di sekitar Pantai Karnaval Ancol tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.

Masjid yang dirancang oleh arsitek ternama Andra Matin itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menawarkan konsep arsitektur yang sarat makna dan filosofi.

“Di masjid apung itu nantinya juga akan ada beberapa histori tentang pembangunan itu, karena secara arsitektur juga penuh makna. Masjid ini didesain oleh arsitek terkenal yaitu Andra Matin dengan filosofi-filosofi yang cukup kuat untuk menggaungkan masjid di atas laut seperti itu,” kata Daniel saat dihubungi iNews Media Group, Minggu (31/5/2026).

Daniel menjelaskan, salah satu keunikan bangunan tersebut terlihat dari desainnya jika dilihat dari atas. Bentuk masjid menyerupai bulan sabit dengan elemen segi lima di bagian tengah yang terinspirasi dari bentuk kopiah.

Penampakan Masjid Apung Ancol. (Foto: Ancol)
Penampakan Masjid Apung Ancol. (Foto: Ancol)

“Kalau kita lihat dari sisi desainnya dari atas, itu seperti bulan sabit. Jadi, ada segi lima seperti kopiah, kemudian di antara bulan sabit begitu,” ujarnya.

Masjid apung tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 1.000 jamaah. Bangunan terdiri atas dua lantai, dengan lantai bawah diperuntukkan bagi jamaah laki-laki dan lantai atas untuk jamaah perempuan.

Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga diproyeksikan sebagai tujuan wisata religi dan ziarah bagi masyarakat. Ancol menilai minat masyarakat terhadap wisata religi cukup tinggi sehingga kehadiran masjid apung diharapkan dapat menjadi alternatif destinasi baru di Jakarta.

“Masyarakat kita itu kan suka berziarah ya ke tempat-tempat ibadah. Jadi, Masjid Apung ini memang kami proyeksikan selain untuk tempat ibadah, juga nanti buat tempat ziarah bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, bahkan mungkin masyarakat yang dari luar Jakarta seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Lampung, dan sekitarnya,” kata Daniel.

Meski progres pembangunan sudah mendekati tahap akhir, pihak pengelola masih mematangkan sejumlah konsep wisata religi yang akan dihadirkan. Nama resmi masjid tersebut juga masih dalam proses pembahasan.

“Namanya apa, masih dibicarakan untuk nama dari masjid itu sendiri. Nah, untuk program-programnya memang masih on progress, masih digodok. Nantinya secara operasional akan di handle oleh Yayasan Baiturrahman, seperti yang saat ini mengelola Masjid Baiturrahman Ancol itu. Jadi nanti tim memang sedang menggodok bersama dari tim komersial untuk mematangkan lebih lanjut bagaimana konsep wisata religinya,” ujarnya.

Daniel menambahkan, masjid apung nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan. Selain salat lima waktu dan salat Jumat, area masjid juga diproyeksikan menjadi lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, Idul Adha, hingga berbagai agenda keislaman lainnya.

“Pemanfaatannya oleh masyarakat atau pengunjung nantinya, program-program selanjutnya selain untuk tempat ibadah, salat Jumat, dan lain-lain, nantinya di event-event tertentu seperti salat Idulfitri dan salat Idul Adha juga akan diproyeksikan menggunakan area masjid apung dan sekitarnya,” ujar Daniel.

Awalnya pembangunan ditargetkan selesai sebelum Idul Adha 2026. Namun, target tersebut belum dapat tercapai sehingga penyelesaian proyek kini diarahkan pada Agustus 2026.

“Sebetulnya target kita itu di Idul Adha ini, tapi ternyata tidak terwujud atau tidak terkejar waktunya. Mungkin moga-moga di Agustus nanti,” kata Daniel.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut