Fakta Menarik Desa Paling Tua Ada di Ujung Jurang, Ngeri tapi Menakjubkan
Asal usul nama Desa Khunzakh
Seorang sejarawan Georgia abad ke-11, Leonti Mroveli, menulis, seorang keturunan Nabi Nuh bernama Khunzakh, yang pindah dari dataran ke ngarai gunung di bawah tekanan kaum nomaden, dan membangun kota di sana serta memberinya nama Khunzakh. Kemudian, dihancurkan dan dibangun kembali beberapa kali. Oleh karena itu, beberapa orang percaya nama Khunzakh bisa berasal dari frasa "Hun bah" yang diterjemahkan dari bahasa Avar yang berarti "mati dan terlahir kembali".
Di pinggiran timur dataran tinggi dipisahkan oleh ngarai sungai Tobot-Tzolotl. Ngarai dimulai hampir di dinding benteng Khunzakh, yaitu di distrik Sovetsky, dekat desa Golotl di tepi Avar Koisu. Panjang total ngarai, yang dibentuk oleh batu gamping keras dari era Mesozoikum, meningkat dari 100 menjadi 1000-1200 m. Batu gamping Barremian terlihat jelas di sini.
Rumah menjorok ke tebing terjal
Ya, karena desa ini berada di ujung jurang, Anda juga akan menemukan beberapa bangunan rumah yang berdiri menjorok ke tebing terjal. Bahkan, beberapa pemilik rumah ada yang membangun balkon yang menonjol atau menggantung di atas tebing.
Di bawahnya jurang 100 meter
Desa Khunzakh terletak di Dagestan, 140 kilometer dari Makhachkala (ibu kota Dagestan), di dataran tinggi pegunungan, dua kilometer di atas permukaan laut. Para sejarawan percaya permukiman ini muncul sejak abad 6 masehi. Di sini juga terdapat banyak sumur kuno yang dihiasi bebatuan kuno. Beberapa mata air digunakan untuk mengalirkan air ke Benteng Khunzakh melalui sistem pipa.
Air terjun cantik
Selain berada di ujung jurang, desa ini juga memiliki air terjun yang cantik bernama Tobot. Air terjun ini dianggap sebagai salah satu situs terindah di Khunzakh. Pada musim dingin, air terjun ini membeku dan membentuk pilar es. Penduduk setempat mengatakan air membeku itu berlubang di dalamnya seperti pipa sehingga air tetap mengalir dengan bebas.
Editor: Vien Dimyati