Dukung Penciptaan Lapangan Kerja di NTT, Menparekraf Sandiaga Uno Kembangkan Ekonomi Kreatif
Berada di ketinggian 800 mdpl, Detusoko Barat menghadirkan topografi yang indah. Terdapat areal persawahan terasering yang luasnya tidak seragam dan sudah ada sejak dulu. Menurut cerita masyarakat desa, areal persawahan yang ada merupakan warisan dari generasi ke generasi dan hampir dimiliki semua keluarga yang mendiami Desa Detusoko Barat. Di tengah persawahan terdapat Jembatan Kali Lowaria yang berwarna-warni.
Selain area persawahan, ada pula kolam air panas Ae Oka Detusoko. Kolam ini adalah pemandian air panas yang berada 1 km dari terminal Detusoko. Air panas ini mengandung belerang dan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
Desa Detusoko Barat juga memiliki ragam seni dan kebudayaan khas. Di antaranya Tari Mega, tarian penyambutan. Lalu, Tari Sanggualu yang merupakan tarian turun-temurun oleh para leluhur. Tarian ini dilakukan oleh para muda-mudi dengan menggabungkan permainan tradisional dari batang bambu.
Seperti yang disebutkan Menprekraf, Desa Detusoko Barat memiliki sanggar yang bernama Sanggar Dau Dole Pokdariwis Nira Neni, sebagai wadah untuk melestarikan tarian tradisional, musik dan lagu lokal Lio Ende.
Menarik dari Desa Detusoko Barat yakni ritual adat yang dilakukan oleh Suku Lio Ende dalam satu tahun sekali. Ritual ini disebut Nggua Uwi, untuk menunjukkan rasa syukur atas kehidupan, panen, serta keselamatan yang diperoleh.