Fakta Unik Candi Kalasan di Yogyakarta, Paling Tua dan Bersinar Indah saat Purnama
Di Candi Kalasan Anda bisa melihat banyak stupa yang jumlahnya sekitar 52. Bila dibandingkan dengan Candi Borobudur dan Candi Prambanan, Candi Kalasan memang belum terkenal, tapi keindahan dan nilai sejarahnya tidak kalah dari candi-candi tersebut.
Misteri lapisan Candi Kalasan
Adapun yang menjadi satu keunikan dari Candi Kalasan, yaitu semen kuno yang digunakan untuk menempelkan relief berbeda dari candi lainnya. Semen kuno yang ditemukan di Candi Kalasan terbuat dari bahan alami yang khas yakni Bajralepa. Menariknya, selain berfungsi sebagai perekat, Bajralepa juga berfungsi untuk melindungi Candi Kalasan dari lumut maupun jamur.
Menurut Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY lapisan pelindung khusus ini akan membuat candi tampak memesona dengan warnanya yang kuning keemasan saat bulan purnama. Berdasarkan sumber, lapisan bajralepa membuat menjadi perekat yang sangat erat dan candi belum pernah runtuh secara keseluruhan.
Di samping memiliki fungsi dari sisi estetis, bajralepa juga memiliki fungsi dari sisi pelestarian, yaitu untuk melindungi dinding candi dari lumut dan jamur. Bajralepa terbuat dari campuran bahan antara lain: kaolit (lempung), kalsit (batu kapur), silika (pasir), dan kalkopirit (campuran tembaga, besi dan belerang).
Candi menyerupai bujur sangkar
Untuk bangunannya, Candi Kalasan berbentuk menyerupai bujur sangkar dengan ukuran sekitar 45 x 34 meter, yang terdiri dari empat pintu di empat sisi candi dengan pintu di sebelah timur sebagai pintu utama.